Peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026, RSUD Jombang Gandeng Komunitas Gema Suara Gelar Seminar Deteksi Dini Speech Delay

Rabu, 13 Mei 2026 - 197 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERNEWSIND | JOMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia tahun 2026, RSUD Jombang menggelar Seminar Awam Terpadu bekerja sama dengan Komunitas Gema Suara. Kegiatan ini mengusung tema ‘Waspada Keterlambatan Bicara Pada Anak: Deteksi Dini dan Penanganannya’. Seminar dilaksanakan di Ruang Pertemuan Wahab Hasbulloh RSUD Jombang dan dihadiri oleh jajaran direksi rumah sakit, kepala puskesmas, tenaga kesehatan serta masyarakat umum.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang telah dilaksanakan sejak 11 April 2026. Berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran, khususnya pada anak.

‘Hari ini merupakan puncak peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang kami isi dengan kegiatan seminar bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Kami memberikan pemahaman mengenai deteksi dini gangguan pendengaran serta langkah penanganannya,’ ujar dr. Pudji Umbaran.

Menurutnya, tema mengenai keterlambatan bicara atau speech delay sangat penting karena masih banyak orang tua yang belum memahami bahwa gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan lebih peka terhadap perkembangan anak sejak usia dini.

Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak hanya harus tumbuh secara fisik, tetapi juga berkembang secara optimal, termasuk kemampuan komunikasi dan bahasa. Fungsi pendengaran yang baik menjadi salah satu faktor penting yang mendukung perkembangan tersebut.

Seminar ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Peran tenaga kesehatan di tingkat pertama sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan dalam melakukan skrining dan deteksi awal terhadap gangguan kesehatan pada anak.

Dengan deteksi dini, penanganan dapat segera dilakukan. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit sehingga proses penanganan menjadi lebih cepat dan tepat.

Salah satu narasumber dalam seminar tersebut, Purnaning W.P dari SMF Ilmu Kesehatan THT-KL RSUD Jombang, memaparkan materi mengenai Tuli Kongenital, Deteksi Dini dan Penanganannya. Ia menjelaskan bahwa tuli kongenital atau gangguan pendengaran sejak lahir memiliki hubungan erat dengan keterlambatan bicara dan perkembangan bahasa pada anak.

Oleh karena itu, skrining pendengaran pada bayi baru lahir sangat penting dilakukan. Skrining bertujuan untuk mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini sehingga intervensi dapat segera diberikan dan perkembangan bicara anak dapat berlangsung secara optimal.

Purnaning juga menjelaskan beberapa tanda yang perlu diwaspadai oleh orang tua, seperti anak tidak merespons suara atau panggilan, mengalami keterlambatan bicara, memiliki kosakata yang terbatas, serta berbicara kurang jelas atau lebih sering menggunakan isyarat untuk meminta sesuatu.
Selain gangguan pendengaran, keterlambatan bicara pada anak juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lain seperti ADHD, autisme, retardasi mental, maupun disleksia. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan yang komprehensif untuk mengetahui penyebab yang mendasari kondisi tersebut.

Upaya pencegahan dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi, serta konseling genetik jika diperlukan. Sementara itu penanganan bagi anak dengan gangguan pendengaran dapat berupa penggunaan alat bantu dengar sejak dini, terapi wicara (audioverbal therapy), serta pendidikan yang sesuai dengan kondisi anak.

Melalui kegiatan ini, RSUD Jombang berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran dan keterlambatan bicara pada anak semakin meningkat sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal. (*)(BRT)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen
Progres Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Capai 70,913 Persen, Lampaui Target 18,485 Poin
OTK Mengaku Jurnalis berpenampilan Preman sedang Marak di Jombang.
Dishub Jombang Dorong Angkutan Desa Bangkit, Bidik Layanan Transportasi Pelajar
Pastikan Akurasi Data Aset Daerah, BPKAD Jombang Gelar Rekonsiliasi BMD publikasi
Jangan Terobos Palang! Dishub Jombang Ingatkan Keselamatan di JPL 79 Sembung
Jombang Terbuka untuk Siapa Pun, Tapi Premanisme Jangan Diberi Ruang
Lima Tahun Pembangunan Desa Carangrejo, Wajah Desa Makin Berbenah dan Representatif

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33

PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:26

Progres Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Capai 70,913 Persen, Lampaui Target 18,485 Poin

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:20

OTK Mengaku Jurnalis berpenampilan Preman sedang Marak di Jombang.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:12

Dishub Jombang Dorong Angkutan Desa Bangkit, Bidik Layanan Transportasi Pelajar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11

Pastikan Akurasi Data Aset Daerah, BPKAD Jombang Gelar Rekonsiliasi BMD publikasi

Berita Terbaru