Menanamkan Budaya Bersih Melalui Program Indonesia ASRI di Jombang

Rabu, 13 Mei 2026 - 20 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERNEWSIND | JOMBANG – Persoalan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir semakin menjadi perhatian penting di berbagai daerah di Indonesia. Sampah yang menumpuk, drainase yang tersumbat, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Karena itu, ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggagas Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), banyak pihak berharap program tersebut tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata oleh pemerintah daerah.

Di Kabupaten Jombang, upaya menerjemahkan program nasional tersebut tampak dilakukan dengan cukup serius oleh pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan Indonesia ASRI melalui aksi nyata berupa kerja bakti rutin atau korve yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa dan Jumat. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan kebijakan administratif, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Jombang Nomor 100.3.4.2/126/415.01/2026 tentang Pelaksanaan Program Indonesia ASRI pada tanggal 2 Maret 2026. Surat edaran ini menjadi dasar bagi seluruh perangkat daerah, instansi, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan gerakan kebersihan lingkungan secara terstruktur dan berkelanjutan. Dalam kebijakan tersebut dijelaskan bahwa program Indonesia ASRI bukan hanya berkaitan dengan kerja bakti, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah berbasis sumber, gerakan minim sampah, penataan ruang publik, serta pelibatan aktif masyarakat dan berbagai lembaga.

Langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang ini patut diapresiasi karena persoalan lingkungan memang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kebijakan teknis semata. Dibutuhkan perubahan pola pikir dan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Kerja bakti rutin yang dilakukan setiap pekan menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kesadaran tersebut.

Kerja bakti pada dasarnya merupakan tradisi sosial yang sudah lama hidup dalam budaya masyarakat Indonesia. Nilai gotong royong yang terkandung di dalamnya menjadi kekuatan besar dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Namun seiring dengan perkembangan zaman, budaya kerja bakti di beberapa tempat mulai memudar karena gaya hidup masyarakat yang semakin individualistik. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong kembali pelaksanaan kerja bakti secara rutin dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang sempat memudar.

Di sinilah pentingnya peran pemerintah daerah sebagai penggerak. Dengan menjadikan kerja bakti sebagai kegiatan rutin, pemerintah tidak hanya mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan baru yang positif. Ketika kegiatan tersebut dilakukan secara konsisten, lambat laun akan terbentuk budaya kolektif yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, juga menegaskan bahwa program Indonesia ASRI sangat selaras dengan berbagai program pengelolaan lingkungan yang selama ini telah dilaksanakan di Kabupaten Jombang. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, program ini juga berupaya mendorong masyarakat untuk mulai mengubah perilaku dalam mengelola sampah. Kesadaran untuk mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari sumbernya menjadi aspek penting yang harus dibangun secara bertahap. Tanpa perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, persoalan sampah akan terus menjadi tantangan yang sulit diselesaikan.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan melalui kerja bakti rutin sebenarnya memiliki nilai edukatif yang sangat kuat. Melalui kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya diajak untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat mulai menyadari bahwa lingkungan bersih akan berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta kualitas hidup, maka partisipasi masyarakat akan tumbuh secara alami.

Program Indonesia ASRI di Jombang juga menarik karena melibatkan berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya aparatur sipil negara, tetapi juga unsur TNI, Polri, pelajar, dunia usaha, serta masyarakat umum diharapkan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan memang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan kebersihan lingkungan, misalnya, memiliki dampak jangka panjang yang sangat penting. Generasi muda akan belajar sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Nilai-nilai tersebut akan tertanam dalam diri mereka dan menjadi kebiasaan yang terus terbawa hingga dewasa. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Jika program ini dilaksanakan secara konsisten, dampak positifnya akan sangat terasa bagi masyarakat. Lingkungan yang bersih tentu akan menciptakan suasana yang lebih nyaman. Risiko munculnya berbagai penyakit akibat lingkungan kotor juga dapat berkurang. Selain itu, ruang publik yang tertata dengan baik akan membuat masyarakat lebih betah dalam beraktivitas.

Tidak kalah penting, kegiatan kerja bakti juga dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga. Dalam kegiatan tersebut masyarakat dapat saling berinteraksi, bekerja sama, dan membangun rasa kebersamaan. Nilai solidaritas sosial yang tercipta dari kegiatan sederhana seperti kerja bakti sering kali menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, gerakan Indonesia ASRI yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana. Membersihkan lingkungan secara rutin mungkin terlihat sebagai kegiatan kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak, dampaknya dapat sangat besar bagi kehidupan masyarakat.

Melalui komitmen tersebut, Kabupaten Jombang sedang berupaya membangun budaya baru yang menempatkan kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Sebuah budaya yang tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga bertumpu pada kesadaran kolektif masyarakat.

Jika semangat ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Kabupaten Jombang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan gerakan Indonesia ASRI. Dari kerja bakti sederhana yang dilakukan setiap Selasa dan Jumat itulah harapan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah perlahan-lahan sedang diwujudkan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RSUD Jombang Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental di Tengah Arus Digitalisasi
Penahanan Kontraktor di Jombang Picu Perdebatan: Perkara Perdata atau Tindak Pidana?
Peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026, RSUD Jombang Gandeng Komunitas Gema Suara Gelar Seminar Deteksi Dini Speech Delay
RTH Ngoro dan Kabuh Semoga Segera Terwujut, Jangan Lupakan Ruang Hijau di 21 Kecamatan Jombang
Peringati Hari Bumi 2026, Pemkab Jombang Gelar Aksi Lingkungan dan Gerakan Pekarangan Hijau
Tips Aman Berpuasa bagi Ibu Hamil, Dokter Spesialis RSUD Jombang Ingatkan Perhatikan Kondisi Ibu dan Janin
Gangguan Pendengaran Bisa Ganggu Prestasi Belajar, Dokter THT RSUD Jombang Beri Edukasi
Kenali Pembesaran Prostat Jinak, RSUD Jombang Edukasi Masyarakat Melalui Program Humas Menyapa

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:39

RSUD Jombang Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental di Tengah Arus Digitalisasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:14

Penahanan Kontraktor di Jombang Picu Perdebatan: Perkara Perdata atau Tindak Pidana?

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:11

Peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026, RSUD Jombang Gandeng Komunitas Gema Suara Gelar Seminar Deteksi Dini Speech Delay

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:28

Menanamkan Budaya Bersih Melalui Program Indonesia ASRI di Jombang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:21

RTH Ngoro dan Kabuh Semoga Segera Terwujut, Jangan Lupakan Ruang Hijau di 21 Kecamatan Jombang

Berita Terbaru