CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN – Banjir merendam ratusan hektare sawah di Desa Karangsari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Petani terpaksa memanen dini padi lantaran takut membusuk. Akibatnya petanipun merugi hingga ratusan juta Rupiah.
Selain menggenangi area persawahan, banjir juga merendam ruas jalan Menduran – Karangsari, tepatnya di Dusun Mangonan, Kecamatan Brati. Sehingga beberapa dari tanaman padi juga harus dipanen sebelum waktunya untuk menghindari puso atau gagal panen.
Seperti yang dialami salah satu petani Fatimah (57) warga Dukuh Mangonan, Desa Karangsari. Dirinya mengaku dengan intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan genangan air yang merobohkan tanaman padi miliknya.
“Karena genangan air dengan intensitas hujan yang tinggi, saya menduga ambruknya padi di sawah juga diakibatkan karena hama wereng. Jadi cepat-cepat dipanen agar padi tidak membusuk saat terendam air”, kata Fatimah saat memanen padi di sawahnya. Kamis, ( 30/01/ 2025 ).
Memanen padi yang terendam banjir bukan perkara mudah. Pasalnya, petani harus membawa alat tambahan untuk memangkas padi-padi yang sudah terendam air tersebut. Baki, terpal menjadi alat tambahan bagi petani yang memangkas padi-padi ini selain sabit/arit.
Padi yang telah dipangkas, oleh petani lalu diletakkan di wadah baki atau terpal untuk kemudian dibawa ke tepi jalan. Selanjutnya padi-padi ini kemudian dijemur sebelum dirontokkan menggunakan mesin. Selain biaya ekstra, harga padi juga menjadi turun karena terendam air.
Melihat kondisi ini, para petani berharap ke depan ada solusi atau perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat. Salah satunya butuh alat pembuangan air agar lebih cepat surut atau membuat sodetan.(Red*Hendri)
#headline #grobogan #petanipanendini
Kontributor : Hendri
Editor : Nn
Sumber Berita : Liputan
















