Pendidikan Jombang Menyapa Masa Depan Sejak Dini Deteksi Potensi Siswa Jadi Arah Baru Peningkatan Mutu Pembelajaran

Selasa, 10 Februari 2026 - 195 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

CYBERNEWSIND.COM || JOMBANG – Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Jombang mulai menata ulang arah kebijakan pembelajaran. Fokusnya jelas: mengenali potensi siswa sejak dini agar proses pendidikan tidak lagi bersifat seragam, melainkan lebih manusiawi, adil, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Komitmen itu tercermin dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Intensif Deteksi Dini Performa Inteligensi yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Kegiatan ini diikuti oleh 265 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP.

Bimtek berlangsung selama hampir dua pekan, sejak Senin, 2 Februari hingga Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula 2 Disdikbud Jombang. Aula yang biasanya menjadi ruang rapat administratif, kali ini dipenuhi diskusi pedagogis, simulasi observasi siswa, hingga praktik langsung penggunaan instrumen deteksi inteligensi.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Jombang, Maria Ulfa, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan daerah.

“Guru memiliki peran strategis. Tidak hanya mengajar materi, tetapi juga mendampingi, memahami karakter, serta membaca kebutuhan belajar setiap peserta didik,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, selama ini masih banyak potensi anak yang belum tergali secara optimal karena pendekatan pembelajaran yang cenderung seragam. Padahal, setiap anak memiliki keunikan dalam cara berpikir, belajar, dan berkembang.

“Deteksi dini performa inteligensi menjadi langkah awal agar layanan pendidikan bisa lebih tepat sasaran. Dengan pemetaan yang akurat, tidak ada lagi anak yang tertinggal atau merasa tidak mampu hanya karena sistem tidak memahami potensinya,” katanya.

Bimtek ini tidak hanya berhenti pada tataran teori. Para peserta dibekali pemahaman komprehensif tentang konsep dasar inteligensi, ragam gaya belajar, serta prinsip perkembangan kognitif anak sesuai jenjang usia.
Lebih jauh, guru dilatih melakukan observasi sistematis, menggunakan instrumen deteksi performa inteligensi, serta menganalisis hasilnya untuk diterapkan dalam perencanaan pembelajaran.

Metode pelatihan dirancang interaktif. Selain pemaparan materi, peserta mengikuti diskusi kelompok, studi kasus, hingga simulasi kondisi nyata di kelas yang disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.
Pendekatan ini membuat bimtek tidak terasa sebagai pelatihan formal semata, melainkan ruang refleksi bersama bagi para guru untuk mengevaluasi praktik pembelajaran yang selama ini dijalankan.

Maria Ulfa menekankan, deteksi dini performa inteligensi bukan untuk memberi label pada siswa, melainkan untuk membuka jalan menuju pendidikan yang lebih adil dan inklusif.

“Tujuannya bukan mengotak-ngotakkan anak, tetapi memahami di mana kekuatan dan kebutuhan mereka. Dengan begitu, guru bisa menyesuaikan strategi pembelajaran, dan anak merasa dihargai,” tuturnya.

Disdikbud Jombang berharap, setelah mengikuti bimtek ini, para guru mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Mulai dari penyusunan rencana pembelajaran, pendekatan di kelas, hingga cara mengevaluasi perkembangan siswa.
“Jika guru memahami potensi anak sejak dini, maka pembelajaran akan lebih bermakna. Sekolah menjadi ruang tumbuh, bukan sekadar tempat mengejar nilai,” ucapnya.

Langkah ini menandai upaya Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menata pendidikan dari hulu. Bukan hanya membangun sarana fisik atau mengejar capaian administratif, tetapi menyentuh aspek paling mendasar: pemahaman terhadap peserta didik sebagai manusia yang unik.

Dengan pendekatan tersebut, layanan pendidikan di Kabupaten Jombang diharapkan semakin responsif terhadap perbedaan potensi, minat, dan kebutuhan belajar siswa. Sebuah ikhtiar jangka panjang agar pendidikan tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi menumbuhkan generasi yang berkembang sesuai kapasitas terbaiknya.
Dan dari ruang aula Disdikbud itulah, arah baru pendidikan Jombang perlahan dirumuskan berangkat dari guru, demi masa depan anak-anak Jombang. (*) (Brt/CNI)

Facebook Comments Box

Kontributor : BRT

Berita Terkait

BSC BARENG BNN GELAR SHARING SANTAI, KUATKAN PERAN IBU CEGAH NARKOBA
Tim Gabungan Sita 377 Pak Rokok Ilegal dalam Operasi Gempur di Jombang
Satpol PP Jombang Pastikan Izin CV Surya Samudra Lengkap, Perusahaan Diminta Penuhi Catatan Teknis
Satpol PP Jombang Siapkan Penertiban Baliho Jumbo di Jalan Gus Dur, Tunggu Tindak Lanjut PUPR
Perjalanan Pengabdian Samsudi: Dari Staf Satpol PP hingga Menjadi Kepala Satpol PP Jombang
Satpol PP Jombang Siapkan Penertiban Baliho Jumbo Diduga Belum Berizin di Jalan Gus Dur
289 Siswa Lolos Tahap Pemenuhan Kuota SPMB 2026, Pendaftaran SMA Negeri di Jombang Resmi Ditutup
Healing Sambil Belajar, Bunda Senyum Ceria Kunjungi Aice Factory dan Lembah Pandawa

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:03

Tim Gabungan Sita 377 Pak Rokok Ilegal dalam Operasi Gempur di Jombang

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:45

Satpol PP Jombang Pastikan Izin CV Surya Samudra Lengkap, Perusahaan Diminta Penuhi Catatan Teknis

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:40

Satpol PP Jombang Siapkan Penertiban Baliho Jumbo di Jalan Gus Dur, Tunggu Tindak Lanjut PUPR

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:23

Perjalanan Pengabdian Samsudi: Dari Staf Satpol PP hingga Menjadi Kepala Satpol PP Jombang

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:38

Satpol PP Jombang Siapkan Penertiban Baliho Jumbo Diduga Belum Berizin di Jalan Gus Dur

Berita Terbaru