CYBERNEWSIND | JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sukses menyelenggarakan Jombang Eco Creative (JEC) 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kebon Ratu, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi para pejuang lingkungan sekaligus menguatkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi. Hadir pula Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo, jajaran kepala OPD, instansi vertikal, dunia usaha, kader lingkungan, hingga ratusan pelajar.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa krisis iklim merupakan tantangan nyata yang berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air, hingga meningkatnya potensi bencana alam. Karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif yang dilakukan secara konsisten dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Krisis iklim ini harus dihadapi dengan langkah-langkah konkret yang inovatif, dilaksanakan secara konsisten, serta didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Warsubi.
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan dunia usaha melalui penerapan gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle.
Pembukaan JEC 2026 ditandai dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol keharmonisan manusia dengan alam, kebebasan, serta komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Jombang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Warsubi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader lingkungan dan tenaga lapangan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan daerah. Ia menyebut mereka sebagai silent heroes yang bekerja tanpa pamrih demi menciptakan Jombang yang bersih, hijau, dan lestari.
“Tanpa lelah, tanpa pamrih, Bapak dan Ibu sekalian terus bergerak di garis depan dalam mengedukasi warga, memilah sampah, menghijaukan kampung, dan menjaga Jombang tetap bersih dan lestari,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Jombang menyerahkan berbagai apresiasi, di antaranya penghargaan Adiwiyata Kabupaten kepada 30 sekolah, apresiasi kepada PT Astra atas dukungan terhadap Program Kampung Iklim (Proklim), pengukuhan 25 Duta Lingkungan, serta penghargaan bagi para pemenang Lomba Video Konservasi Lingkungan.
Suasana semakin semarak ketika Bupati Warsubi mengundi hadiah umrah bagi lima tenaga kebersihan yang berasal dari petugas kebersihan sungai, pasar, pengelola persampahan, dan pengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Selain menjadi ajang penghargaan, JEC 2026 juga menghadirkan berbagai perlombaan kreatif yang melibatkan ratusan peserta, mulai dari Lomba Yel-Yel Lingkungan, Lomba Inovasi Teknologi (Inotech), hingga Fashion Show 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang memanfaatkan bahan daur ulang menjadi busana kreatif.
Berbagai sekolah, madrasah, komunitas, dan kader lingkungan berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tersebut, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Jombang terhadap isu pelestarian lingkungan.
Melalui penyelenggaraan Jombang Eco Creative 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Jombang yang lebih hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
















