Pidato Gubernur Jawa Tengah Berpotensi Naikan Mental Kepala Desa yang Berniat Korupsi 

Rabu, 30 April 2025 - 474 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBERNEWSIND.COM || SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengeluarkan pernyataan tegas yang mengejutkan publik saat memberikan paparan dalam acara Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Kota Semarang, Selasa (29/4/2025).

Ia menyatakan bahwa kepala desa (kades) tidak boleh terus-menerus dipidana atas kesalahan administratif atau teknis dalam menjalankan tugas pembangunan desa.

“Tidak boleh sedikit-sedikit kepala desa dipidana. Setelah pulang dari sini, tiga pilar di desa harus diaktifkan kembali: Babinsa menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas mengatur ketertiban, dan Kades fokus pada pembangunan,” tegas Luthfi disambut sorak sorai para kepala desa yang hadir.

Luthfi juga meminta agar pengawasan terhadap desa dilakukan secara kolaboratif dan edukatif. Ia memerintahkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Inspektorat, Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk mendampingi kepala desa dalam penggunaan dana pembangunan, bukan langsung menindak pidana.

Langkah tersebut diambil mengingat tahun 2025 sebanyak 7.810 desa di Jawa Tengah akan menerima bantuan keuangan hingga Rp1,2 triliun. Luthfi menilai penguatan tiga pilar dan pendampingan intensif dari aparat adalah langkah strategis agar pembangunan sesuai visi-misi provinsi.

Namun, pernyataan Luthfi tersebut menuai kritik tajam dari Direktur Utama PT Berita Istana Negara (BIN), Warsito. Ia menilai langkah Gubernur itu justru membuka peluang subur bagi praktik korupsi di tingkat desa.

“Apa yang disampaikan Ahmad Luthfi sangat tidak tepat. Ini bisa mencetak koruptor baru di desa. Beliau selama jadi Kapolda Jateng saya rasa belum menyentuh langsung kondisi riil desa-desa di pelosok,” ujar Warsito.

Warsito menambahkan bahwa meskipun selama ini dana desa diawasi Inspektorat, Kejaksaan, dan Kepolisian, nyatanya di lapangan masih banyak penyimpangan.

“Dana tidak dikerjakan sesuai spesifikasi, tumpang tindih dengan anggaran aspirasi dan Banprov. Bahkan beberapa proyek besar sudah dikondisikan melalui oknum aparat penegak hukum,” imbuhnya.

Ia khawatir bahwa dengan pernyataan Gubernur, kepala desa yang selama ini bermain anggaran akan merasa dilindungi dan makin berani melakukan mark-up harga maupun manipulasi proyek.

Kontroversi ini membuka perdebatan publik terkait keseimbangan antara perlindungan dan penegakan hukum dalam tata kelola pemerintahan desa. Pemerhati kebijakan publik pun menyerukan perlunya sistem pengawasan yang ketat namun humanis, agar pembangunan desa berjalan optimal tanpa membuka ruang korupsi.(CNI/Nn)

Facebook Comments Box

Kontributor : NN

Editor : Tim

Sumber Berita : PT. BIN

Berita Terkait

Ormas Squad Nusantara Sambangi 3 Korban Sengatan Listrik di Bandungharjo Toroh Grobogan
Gebyar Undian BKK Purwodadi 2026 Dibagikan, Hadiah Utama 1 Unit Mobil Avanza
Laporan AMJ Terbaik di Geyer, Kades Sobo Dwi Hartanti Diapresiasi Camat
Polres Grobogan Bekali Pelajar SMK Asta Mitra dengan Keterampilan AI dan Etika Digital
Akibat Sakit Mendadak, Petugas KSP Meninggal Dunia Saat Nagih Angsuran ke Nasabah di Grobogan 
Tak Hanya Terdakwa, PH Minta Seluruh Pengurus KSPPS Nur Insani Diminta Pertanggungjawaban Hukum
Wabup Grobogan Lepas 10 Ribu Peserta Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Desa Kenteng Toroh
Iklan: Ucapan HUT RI ke – 81 Tahun BPR BKK Purwodadi 2026

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:40

Ormas Squad Nusantara Sambangi 3 Korban Sengatan Listrik di Bandungharjo Toroh Grobogan

Minggu, 13 September 2026 - 18:51

Gebyar Undian BKK Purwodadi 2026 Dibagikan, Hadiah Utama 1 Unit Mobil Avanza

Jumat, 11 September 2026 - 11:40

Laporan AMJ Terbaik di Geyer, Kades Sobo Dwi Hartanti Diapresiasi Camat

Senin, 7 September 2026 - 14:31

Polres Grobogan Bekali Pelajar SMK Asta Mitra dengan Keterampilan AI dan Etika Digital

Minggu, 6 September 2026 - 08:36

Akibat Sakit Mendadak, Petugas KSP Meninggal Dunia Saat Nagih Angsuran ke Nasabah di Grobogan 

Berita Terbaru

Uncategorized

Babinsa dan Warga Gotong Royong Renovasi Pos Linmas Desa Limbung

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:51