Dikategorikan Sebagai Desa Miskin Ekstrim oleh Pemkab Grobogan, Kepala Desa Dimoro Cukup Berkaca Mata Kuda

Minggu, 20 April 2025 - 756 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN – Lebih baik diam daripada bersuara namun terancam masalah, mungkin menjadi kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan sikap yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Dimoro Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan – Jawa Tengah, terkait Desa Dimoro yang selama ini masih dianggap oleh Pemkab Grobogan sebagai desa dengan tingkat kemiskinan yang Ekstrim.

Penilaian tersebut tertuang dalam surat nomor : 47/Skr/PKK.Kab/IV/2025 tanggal 11 April 2025 yang diteken oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Grobogan Suyatun Setyo Hadi.

Dimana surat tersebut menindaklanjuti surat dari Baznas Jateng nomor : 353/BAZNAS – Prov/IV/2025 tanggal 10 April 2025 perihal Permohonan peserta pelatihan keterampilan wirausaha baru bagi Kader PKK/UP2K PKK untuk desa terdampak banjir dan desa miskin ekstrem di Kabupaten Grobogan.

Adapun definisi desa miskin ekstrem yakni kondisi ketika masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti ; pangan, air bersih, sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi.

Menyandang status sebagai desa miskin ekstrim tentu bertolak belakang dengan keberhasilan pencapaian pembangunan di berbagai sektor yang saat ini mampu mendongkrak nilai perekonomian masyarakat setempat.

Foto : Taman Salah icon Desa Dimoro. (Dok.Ist)

Banyak warga setempat yang keberatan tentang Desa Dimoro yang diberikan status sebagai desa miskin ekstrim. Bahkan mereka menganggap Pemerintah Kabupaten Grobogan tanpa melihat perubahan data.

” Pemkab Grobogan ngawur, kami bingung mereka menggunakan indikator apa bisa menyebut Desa Dimoro desa miskin ekstrim, ” ungkap warga. Minggu, (20/04/2025).

Foto : G.O.R yang berhasil dibangun oleh Pemerintah Desa Dimoro. (Dok.Ist)

Meski sebagian warga merasa keberatan, namun sikap berbeda ditujukan oleh Kepala Desa Dimoro Totok Suprapto. Kepala Desa yang telah berhasil menyulap Desa Dimoro menjadi lingkungan perkotaan tersebut justru tak berani berkutik saat desanya dianggap sebagai desa miskin ekstrim oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan. Bahkan dirinya pun enggan menjawab pertanyaan beberapa awak media yang mencoba mengkonfirmasi melalui sambungan jejaring WhatsApp.

Dengan sikap Kepala Desa tersebut, muncul beberapa opini dari beberapa elit politik di Kabupaten Grobogan. Seperti Stigma takut benang merah politik terputus dengan penguasa saat ini, menjadi salah satu opini kuat yang ditujukan ke Kepala Desa Dimoro.

Hingga berita ini diterbitkan masih banyak pihak yang harus dikonfirmasi untuk keberimbangan berita ini. ( CNI/NN )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru