Perhutani Purwodadi Teken MoU Tebu Giling, Dukung Pasokan Bahan Baku Nasional

Rabu, 6 Agustus 2025 - 378 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



CYBER NEWS INDONESIA  || GROBOGAN – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Perhutani KPH Purwodadi menjalin kerjasama kemitraan penyediaan bahan baku tebu giling bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tapak Bimo Lestari dan Pabrik Gula (PG) Trangkil. Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut berlangsung di Kantor BKPH Linduk pada Selasa, (05/08/2025).

Penandatanganan dihadiri oleh Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Perhutani KPH Purwodadi, mewakili Administratur KPH Purwodadi, beserta jajaran Tim Pengembangan Bisnis, Kepala BKPH Linduk beserta jajaran, Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari Gun, serta perwakilan PG Trangkil.

Ruang lingkup kerjasama meliputi pemanfaatan areal kawasan hutan seluas total 16,0 hektare di wilayah BKPH Linduk, yaitu petak 193 D-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plososenjayan seluas 8,0 ha dan petak 189-2 RPH Carat seluas 8,0 ha, yang ditanami tebu melalui skema kemitraan antara Perhutani dan LMDH Tapak Bimo Lestari. Hasil panen nantinya akan disalurkan ke PG Trangkil sebagai bahan baku gula nasional.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kasi Produksi dan Ekowisata, Kastur, menyampaikan bahwa kerjasama ini selaras dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Perhutani mendukung penuh upaya ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan kawasan hutan. Kemitraan ini menjadi wujud sinergi kami dengan masyarakat dan industri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar hutan,” kata Kastur.

Perwakilan PG Trangkil, Enggar, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Ini bukan pertama kalinya PG Trangkil menandatangani MoU dengan LMDH binaan KPH Purwodadi. Sebelumnya, kerjasama serupa juga telah dilaksanakan di BKPH Karangasem dan Tumpuk dengan total luas 63,76 hektare. Kami akan selalu terbuka untuk bekerjasama dengan Perhutani dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada gula nasional,” tegas Enggar.

Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari, Gunawan, optimistis program penanaman tebu ini akan memberikan dampak positif bagi anggota LMDH. “Kesempatan bermitra dengan Perhutani dan PG Trangkil menumbuhkan semangat kami untuk mengelola hutan secara produktif dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan adanya kerjasama ini, Perhutani berharap kawasan hutan dapat memberikan fungsi manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi lingkungan, sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku untuk industri gula nasional. (CNI/Red)

Facebook Comments Box

Kontributor : NN

Editor : Tim

Sumber Berita : Komp-PHT/Pwd/Aris

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru