Diduga Meminta Biaya Pindah Sekolah, Yayasan Assalam Dikeluhkan Wali Murid dan Sekolah Dasar Negeri Lainnya 

Jumat, 13 Juni 2025 - 726 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN – Sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, mengeluhkan keberadaan Madrasah Ibtidaiyah dari yayasan Assalam yang dianggap terlalu ambisius dalam perekrutan siswa baru.

Dari salah satu Kepala Sekolah Dasar di Desa Bandungharjo yang enggan disebutkan namanya menyampaikan satu hal yang dapat mengancam Sekolah Dasar Negeri di Desa Bandungharjo tak memiliki peserta didik baru adalah adanya siswa dari jenjang Taman Kanak – kanak ( TK ), yang langsung direkrut oleh pihak yayasan untuk meneruskan ke jenjang setingkat SD dengan iming-iming sejuta fasilitas gratis yang belakangan justru menjadi beban wali murid.

” Yang pasti ini memang bagian dari strategi mereka dalam merekrut peserta didik baru, namun cara tersebut justru saya anggap kurang relevan lantaran berdampak negatif ke SD Negeri yang lain. Mereka memberikan janji – janji fasilitas gratis ke calon peserta didik baru, ” ungkap salah satu Kepala Sekolah. Jum’at ( 13/06/2025 ).

Foto: Salah satu Sekolah Dasar Negeri yang ada di Bandungharjo. (Dok.ist)

Meski menjanjikan sejuta fasilitas gratis, belakangan justru banyak peserta didik yang mengajukan untuk berpindah sekolah. Dari informasi sementara yang terhimpun, banyak yang mengajukan pindah sekolah namun dibebani biaya pindah sekolah hingga jutaan Rupiah.

Seperti yang dialami oleh salah satu wali murid di Madrasah Ibtidaiyah awalnya juga dibebani Rp. 2.000.000,00 sebagai biaya pindah sekolah. Dalam pengakuannya, wali murid tersebut juga dianggap merugikan pihak yayasan jika biaya pindah sekolah tidak dibayarkan.

” Saya diminta membayar uang denda karena saya dianggap merugikan pihak yayasan, ” ungkapnya. Jum’at (13/06/2025).

Hingga berita ini diterbitkan masih banyak pihak yang harus dikonfirmasi untuk keberimbangan berita ini. ( CNI/Red)

Facebook Comments Box

Kontributor : NN

Editor : Tim

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru