CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN – Sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, mengeluhkan keberadaan Madrasah Ibtidaiyah dari yayasan Assalam yang dianggap terlalu ambisius dalam perekrutan siswa baru.
Dari salah satu Kepala Sekolah Dasar di Desa Bandungharjo yang enggan disebutkan namanya menyampaikan satu hal yang dapat mengancam Sekolah Dasar Negeri di Desa Bandungharjo tak memiliki peserta didik baru adalah adanya siswa dari jenjang Taman Kanak – kanak ( TK ), yang langsung direkrut oleh pihak yayasan untuk meneruskan ke jenjang setingkat SD dengan iming-iming sejuta fasilitas gratis yang belakangan justru menjadi beban wali murid.
” Yang pasti ini memang bagian dari strategi mereka dalam merekrut peserta didik baru, namun cara tersebut justru saya anggap kurang relevan lantaran berdampak negatif ke SD Negeri yang lain. Mereka memberikan janji – janji fasilitas gratis ke calon peserta didik baru, ” ungkap salah satu Kepala Sekolah. Jum’at ( 13/06/2025 ).

Meski menjanjikan sejuta fasilitas gratis, belakangan justru banyak peserta didik yang mengajukan untuk berpindah sekolah. Dari informasi sementara yang terhimpun, banyak yang mengajukan pindah sekolah namun dibebani biaya pindah sekolah hingga jutaan Rupiah.
Seperti yang dialami oleh salah satu wali murid di Madrasah Ibtidaiyah awalnya juga dibebani Rp. 2.000.000,00 sebagai biaya pindah sekolah. Dalam pengakuannya, wali murid tersebut juga dianggap merugikan pihak yayasan jika biaya pindah sekolah tidak dibayarkan.
” Saya diminta membayar uang denda karena saya dianggap merugikan pihak yayasan, ” ungkapnya. Jum’at (13/06/2025).
Hingga berita ini diterbitkan masih banyak pihak yang harus dikonfirmasi untuk keberimbangan berita ini. ( CNI/Red)
Kontributor : NN
Editor : Tim
Sumber Berita : Liputan
















