Lubang Maut di Tanjung Baik Budi Telan Korban Lagi: Warga Geram, Pemerintah Dinilai Abai

Kamis, 29 Mei 2025 - 547 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBERNEWSIND.COM || KETAPANG -Jalan berlubang di Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang kembali memakan korban. Seorang pengendara yang hendak pulang ke Satong mengalami kecelakaan tunggal pada Rabu, (28/05/2025) sore sekitar pukul 18:28 WIB setelah kendaraannya menghantam lubang besar yang sudah lama menghantui pengguna jalan.

Korban mengalami luka cukup serius dan langsung mendapat pertolongan dari warga yang berada di lokasi. Suasana panik pun menyelimuti tempat kejadian. Foto dan video yang tersebar menunjukkan korban tergeletak lemah, dikelilingi warga yang berusaha memberikan bantuan.

Foto: Titik jalan berlubang. ( Dok.CNI )

Yang menyakitkan, ini bukan kali pertama lubang tersebut menyebabkan kecelakaan. Warga menyebut bahwa lubang yang sama sudah berulang kali menjadi penyebab jatuhnya pengendara.

“Sudah ada orang Pontianak juga dulu jatuh di situ, luka-luka parah. Tapi pemerintah diam saja,” ungkap seorang warga dengan nada tinggi.

Keluhan warga bukan tanpa dasar. Seorang ibu yang ikut menyaksikan kejadian ini menyatakan bahwa sudah berkali-kali petugas datang ke lokasi dengan kendaraan dinas, hanya untuk memotret dan memberi tanda pada lubang, namun hingga kini belum ada perbaikan nyata.

“ Sudah enam kali lebih mereka datang, foto-foto saja, tapi lubang tetap menganga. Apa menunggu ada yang meninggal baru diperbaiki, ” katanya penuh amarah.

Nada yang sama juga disuarakan oleh warga lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Ia menyoroti lemahnya respon pemerintah dan menyarankan agar masyarakat menyampaikan langsung keluhan kepada Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri.

“Coba warga temui Pak Jamhuri. Beliau kan asli sini, lahir di Tanjung Baik Budi. Masak kampung sendiri dibiarkan rusak begini? Jalan kok lama sekali diperbaiki, padahal sudah makan korban berkali-kali,” tegasnya.

Kondisi jalan poros Sukadana–Ketapang yang menjadi urat nadi mobilitas warga dinilai sangat membahayakan. Minimnya perhatian pemerintah membuat warga khawatir akan jatuhnya korban berikutnya. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan secara serius, bukan sekadar survei tanpa aksi.

“Jangan menunggu ada korban jiwa baru sibuk bergerak. Harga nyawa manusia tak bisa ditukar dengan tambalan aspal seadanya,” tutup salah satu tokoh masyarakat setempat. (CNI/red)

Facebook Comments Box

Kontributor : Rusli

Editor : Tim

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru