CYBER NEWS INDONESIA || GROBOGAN – Belasan atlet tinju dari sasana PBC (Purwodadi Boxing Camp) menggelar latihan intensif yang dikemas dalam sparing bersama atlet tinju dari Kabupaten Kudus pada Jum’at (26/12/2026).
Sparing yang digelar di Gedung Sasana Candi Rasa (Candi Joglo) tersebut, sengaja diadakan untuk melihat sejauh mana progres hasil latihan para atlet tinju dari Sasana PBC dalam mengaplikasikan tehnik pukulan, pertahanan, dan strategi.
Dalam sparing tinju yang digelar, sangat terlihat para atlet tidak mampu menampilkan strategi terbaiknya lantaran mereka bertanding hanya di matras tanpa ring. Selain membahayakan atlet, bertanding tinju tanpa adanya ring juga menyebabkan wasit tidak maksimal dalam menerapkan aturan sepanjang pertandingan.

Minimnya sarana dan prasarana latihan yang ada di Kabupaten Grobogan juga sangat dikeluhkan oleh pelatih dan atlet dari Kabupaten Kudus.
“Melihat semangatnya para atlet-atlet yang melakukan sparing hari ini, sangat disayangkan tanpa didukung oleh sarana yang penting seperti ring tinju, ” keluh Surono pelatih Kudus.

Hal senada juga disampaikan oleh pelatih tinju dari Kabupaten Grobogan Sugito. Sugito yang pernah menyumbangkan medali emas Porprov untuk Kabupaten Grobogan, sampai meminta maaf ke pelatih dan ke semua atlet tinju dari Kabupaten Kudus.
“Saya atas nama sasana PBC meminta maaf sebesar-besarnya ke kawan-kawan dari Kudus, apabila dalam sparing ini belum bisa dilengkapi dengan ring tinju,” ungkap Sugito.
Kondisi memprihatinkan pada cabang olahraga tinju di Kabupaten Grobogan tersebut sudah terjadi sejak lama. Bahkan KONI selaku instansi yang dibiayai negara milyaran Rupiah setiap tahunya dari era ke era, juga belum mampu bicara banyak soal pengadaan sarana dan prasarana tinju untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet-atlet tinju di Kabupaten Grobogan. (**)
Kontributor : NN
Editor : Tim
Sumber Berita : Liputan
















