Hasil Panen Terakhir Agroforestry Tebu  Mandiri Perhutani Purwodadi Melonjak 125% di Tahun 2025

Rabu, 2 Juli 2025 - 345 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBER NEWS INDONESIA|| GROBOGAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung menuntaskan panen terakhir program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) dengan hasil menggembirakan. Dari total rencana luas tanam sebesar 17,1 hektare yang tersebar di empat petak, yakni Petak 62F-1 dan 62F-2 (9,3 ha), Petak 47D (4,0 ha), dan Petak 49B (3,9 ha), telah berhasil membukukan produktivitas hasil panen (Protas) sebesar 81,43 ton per hektare.

Rencana estimasi produksi untuk panen ke-2 tahun 2025 sebelumnya ditargetkan sebesar 1.112,15 ton, namun realisasinya justru melampaui ekspektasi hingga mencapai 1.386,70 ton, atau sebesar 125 persen dari target. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan pengelolaan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui sistem agroforestry.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas capaian luar biasa dari panen ATM tahun ini. Produktivitas mencapai 81,43 ton per hektare ini merupakan bukti bahwa sinergi antara Perhutani dan masyarakat bisa menghasilkan kinerja produktif dan berkelanjutan. Ke depan, program seperti ini akan terus kami dorong untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan,” ujarnya. Rabu, (02/07/2025)

FOTO: Komp-PHT/Pwd/Aris

Program Agroforestry Tebu Mandiri di wilayah BKPH Bandung merupakan wujud inovasi pemanfaatan lahan kawasan hutan yang tidak mengorbankan kelestarian. Dalam skema kali ini, masyarakat difasilitasi untuk menanam tebu dengan pengawasan dan pendampingan dari Perhutani, serta tetap menjaga prinsip kelestarian hutan.

Kepala Dusun Sumber Agung, Maryadi, menyatakan bahwa program tersebut telah membawa dampak nyata bagi warganya.

“Warga kami sangat terbantu. Sebelumnya banyak yang harus merantau bekerja ke luar kota, tapi sejak ada program ATM ini, mereka bisa bekerja di desa sendiri. Pendapatan juga lebih pasti dan bisa dekat dengan keluarga,” ungkap Maryadi.

Senada dengan itu, Sutrisno, salah satu pekerja di lahan ATM, menuturkan bahwa pekerjaan tersebut sangat berarti bagi penghidupannya.

“Saya sekarang bisa kerja di lahan hutan dekat rumah. Dulu harus kerja bangunan di luar kota, sekarang cukup di sini dan penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kami juga jadi lebih paham cara bertani yang baik berkat pendampingan dari Perhutani,” katanya.

Panen terakhir kali ini menjadi catatan positif bagi keberlanjutan program Agroforestry Tebu Mandiri di wilayah KPH Purwodadi. Selain menghasilkan produksi tinggi, program tersebut juga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja lokal, serta mendukung ketahanan pangan berbasis tanaman tebu.

Perhutani berharap, model pengelolaan hutan dengan pendekatan sosial-ekonomi produktif seperti ATM ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah-wilayah lain yang potensial. (CNI/Red)

Facebook Comments Box

Kontributor : NN

Editor : Tim

Sumber Berita : Komp-PHT/Pwd/Aris

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru