Eksplorasi Seru di Air Terjun Widuri, Perhutani Dukung Kegiatan Canyoneering sebagai Upaya Pengembangan Wisata Alam Berbasis Kelestarian

Senin, 23 Juni 2025 - 448 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN –Dalam upaya mengenalkan sekaligus mengembangkan potensi wisata alam di kawasan hutan Kabupaten Grobogan, telah dilaksanakan kegiatan canyoneering di Air Terjun Widuri, sebuah destinasi eksotis yang terletak di Desa Kemadohbatur wilayah hutan Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogomanik, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 22 Juni 2025 dan direncanakan berlanjut setiap akhir pekan hingga Juli 2025 mendatang.

Kegiatan diprakarsai oleh Komunitas Pecinta Alam Canyoneering Kabupaten Grobogan, bekerja sama dengan Perhutani KPH Purwodadi, dengan mengusung prinsip eduwisata petualangan yang aman dan ramah lingkungan. Para instruktur yang memandu peserta telah tersertifikasi dan berpengalaman di bidang outdoor activity, sehingga aspek keselamatan (safety) menjadi prioritas utama.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan canyoneering di Air Terjun Widuri merupakan bagian dari pengembangan wisata hutan berbasis konservasi. Kami berharap ini bisa menjadi model kolaborasi yang harmonis antara Perhutani, masyarakat dan komunitas pecinta alam, sekaligus membuka peluang ekonomi lokal tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Air Terjun Widuri yang selama ini tersembunyi di balik rimbunnya kawasan hutan, kini mulai dikenal sebagai lokasi wisata petualangan yang menantang dan memukau. Dengan membayar tiket sebesar Rp250.000 per orang, pengunjung dapat menikmati sensasi menuruni tebing dan menjelajahi lembah yang alami, didampingi pemandu profesional.

Ketua Panitia kegiatan, Abdul Kharis, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pengalaman ekstrem, tetapi juga mengajak peserta lebih peduli terhadap pelestarian alam.

“Kami ingin memperkenalkan potensi alam Grobogan yang luar biasa, khususnya di kawasan hutan Perhutani. Kegiatan ini tidak merusak lingkungan karena kami menerapkan prinsip leave no trace. Semua peserta juga mendapat edukasi tentang pentingnya menjaga kawasan hutan,” jelasnya.

Salah satu peserta, Rina Kartika, pengunjung asal Kudus, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

“Baru kali ini saya ikut canyoneering, dan ternyata seru sekali! Air terjunnya masih alami, suasananya tenang. Selain memacu adrenalin, saya juga merasa makin dekat dengan alam,” ungkapnya usai kegiatan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Air Terjun Widuri semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Grobogan, khususnya dalam pengelolaan kawasan wisata Perhutani yang tetap menjaga prinsip kelestarian hutan. Perhutani membuka ruang kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi wisata yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. (CNI/Red)

Facebook Comments Box

Kontributor : NN

Editor : Tim

Sumber Berita : Komp-PHT/Pwd/Aris

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru