CYBER NEWS INDONESIA || GROBOGAN – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan melalui semua Pemerintah Desa se- Kabupaten Grobogan, adakan kegiatan jual sembako murah pada Kamis (04/09/2025).
Kegiatan tersebut dikemas dalam “GERAKAN PANGAN MURAH” yang merupakan program dari pemerintah pusat melalui kementerian dalam negeri.
Meski disambut baik oleh warga, namun program yang bertujuan untuk meringankan beban warga tersebut belum mencapai hasil yang maksimal di beberapa desa di Kabupaten Grobogan.

Khusus di Kecamatan Godong, harga dari komoditas yang disediakan seperti beras, minyak goreng, dan gula belum mampu bersaing dengan harga ketiganya di pedagang kampung. Seperti yang terjadi di Desa Anggaswangi, dengan harga beras Rp. 57.500/5kg hanya mampu terjual 10% dari total yang disediakan. Untuk komoditas minyak masih mendingan diminati warga ketimbang komoditas gula pasir yang hanya rata-rata terjual 50%.
Kurangnya pembeli dalam program Gerakan Pangan Murah khusus di wilayah Kecamatan Godong, disebabkan oleh harga yang belum mampu bersaing dengan harga pedagang kampung, serta wilayah Kecamatan Godong merupakan wilayah swasembada padi untuk Kabupaten Grobogan.
Melihat hasil tersebut, Sukoco Kepala Desa Anggaswangi menyarankan, program tersebut dapat diprioritaskan untuk wilayah yang bukan menjadi swasembada pangan untuk Kabupaten Grobogan.
“Program ini sangat bagus, tapi karena harga yang belum mampu bersaing maka wajar kalau hasilnya belum maksimal. Dan juga untuk wilayah Godong inikan salah satu penghasil padi terbesar di Grobogan, jadi kalau berasnya sepi pembeli ya wajarlah,” ujar Sukoco.
Dari program Gerakan Pangan Murah, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan mematok harga beras Rp. 57.500/5kg, Gula Rp. 17.500/kg, minyak goreng Rp. 15.500/liter. (CNI)
Kontributor : NN
Editor : Tim
Sumber Berita : Liputan
















