CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN – Tradisi rutin tahunan Sedekah Bumi di Desa Sulursari Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan yang usai diadakan pada 03 dan 04 Mei 2025 kemarin, menyisakan satu pertanyaan di kalangan masyarakat.
Biasanya tradisi Sedekah Bumi yang diadakan masyarakat terutama di daerah pedesaan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah tersebut, tidak ada pungutan biaya ke pengunjung yang ingin melihat prosesi Sedekah Bumi.
Namun berbeda dengan Sedekah Bumi yang diadakan oleh pihak Desa Sulursari, setiap pengunjung yang mau melihat dan menikmati acara tersebut, dipatok Rp. 20.000, 00 untuk harga tiket masuk.
Hal tersebut memancing berbagai komentar negatif di kalangan masyarakat. Bahkan salah satu aktivis di Grobogan tidak membenarkan jika acara Sedekah Bumi yang sakral justru dibuat ajang bisnis.
” Kalau saya menilai, jika sebuah tradisi Sedekah Bumi sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi dibuat ajang bisnis ya kurang tepat, ” ungkap AR salah satu aktivis di Grobogan. Senin, ( 05/05/2025).
Mengulas tentang tradisi Sedekah Bumi sendiri adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan, untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. Tradisi ini juga bertujuan untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi masyarakat.
Makna Sedekah Bumi
1. Rasa Syukur: Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.
2. Pembersihan dan Pembersihan Spiritual: Tradisi ini juga dapat diartikan sebagai proses pembersihan dan pembersihan spiritual bagi masyarakat.
3. Memohon Perlindungan:
Sedekah Bumi juga merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan Sedekah Bumi
Kegiatan Sedekah Bumi biasanya melibatkan berbagai ritual, seperti:
1. Upacara Adat:
Upacara adat yang dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur dan memohon perlindungan.
2. Pemberian Sedekah:
Pemberian sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
3. Pesta Rakyat:
Pesta rakyat yang diadakan untuk merayakan hasil bumi yang melimpah.
Tujuan Sedekah Bumi adalah untuk:
1. Mengungkapkan Rasa Syukur: Mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.
2. Memohon Perlindungan:
Memohon perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
3. Meningkatkan Kesejahteraan:
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Melihat ulasan tersebut, maka nilai sakral dalam Sedekah Bumi akan hilang ketika dikomersialkan.
(Red/CNI)
Kontributor : Hendri
Editor : Tim
Sumber Berita : Liputan

















