CYBERNEWSIND.COM || JOMBANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang terus meneguhkan langkahnya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya maju secara fasilitas, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Direktur RSUD Kabupaten Jombang, dr. Puji Umbaran, MKP, dalam sebuah tayangan YouTube resmi RSUD Jombang yang menampilkan dialog reflektif seputar kepemimpinan, pelayanan, serta arah pembangunan rumah sakit ke depan.
Dalam tayangan tersebut, dr. Puji menuturkan bahwa kembalinya ia memimpin RSUD Jombang bukanlah sekadar rotasi jabatan, melainkan amanah untuk menuntaskan mimpi yang sempat tertunda.
“Ini seperti berlari tanpa aba-aba, langsung bergerak. Tapi saya bersyukur karena ini kesempatan untuk mewujudkan mimpi yang dulu sempat tertunda,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak rencana strategis yang telah disiapkan sejak lama, namun baru bisa direalisasikan secara optimal saat ini. Kepercayaan yang diberikan pimpinan daerah menjadi modal utama untuk menggerakkan perubahan secara bertahap namun terukur.
Dr. Puji menegaskan, kepemimpinannya tidak diarahkan untuk merombak seluruh sistem yang telah berjalan. Ia memilih pendekatan evaluatif dan adaptif, dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada.
“Setiap pemimpin punya gaya dan tantangannya sendiri. Saya tidak datang untuk menghapus yang lama, tapi untuk menyempurnakan dan memaksimalkan apa yang sudah berjalan,” jelasnya.
Dalam waktu awal kepemimpinannya, ia menargetkan adanya capaian nyata yang bisa dirasakan baik oleh internal rumah sakit maupun masyarakat. Evaluasi lintas bidang dilakukan secara singkat namun menyeluruh, guna memetakan persoalan riil dan menyusun langkah prioritas.
Dalam tayangan tersebut, dr. Puji menekankan bahwa rumah sakit tidak bisa disamakan dengan organisasi layanan biasa. Rumah sakit adalah ruang yang bersinggungan langsung dengan kehidupan manusia.
“Rumah sakit ini bukan hotel, bukan kantor biasa. Di sini ada nyawa, ada rasa, ada harapan,” tegasnya.
Oleh karena itu, ukuran kemajuan RSUD Jombang tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik atau kelengkapan alat kesehatan, tetapi dari mutu layanan, keselamatan pasien, dan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu fokus utama kepemimpinan dr. Puji adalah penguatan sumber daya manusia. Ia menyebut tenaga medis dan nonmedis sebagai ujung tombak pelayanan yang menentukan wajah rumah sakit di mata masyarakat.
“Saya percaya, kalau internal customer kita sejahtera, mereka akan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Dari situ akan lahir pelayanan terbaik untuk pasien,” ujarnya.
Upaya peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta penataan sistem kerja menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun budaya kerja yang profesional dan humanis.
Lebih jauh, dr. Puji menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam layanan kesehatan. Menurutnya, pasien datang ke rumah sakit tidak hanya membawa keluhan medis, tetapi juga beban psikologis, sosial, bahkan ekonomi.
“Senyum, sapa, dan empati adalah bagian dari terapi. Kadang itu yang pertama kali dibutuhkan pasien sebelum obat bekerja,” katanya.
Nilai-nilai keramahan, kepedulian, dan komunikasi yang baik terus ditekankan kepada seluruh jajaran pelayanan, agar RSUD Jombang benar-benar menjadi rumah sakit yang ramah dan membumi.
Dalam tayangan YouTube tersebut, Direktur RSUD Jombang juga menegaskan sikap terbukanya terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
“Jangan pernah alergi terhadap usul pasien. Kritik itu penting agar kita tahu apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia mendorong seluruh unit pelayanan untuk membuka kanal pengaduan dan merespons keluhan masyarakat secara cepat dan profesional. Bagi dr. Puji, rumah sakit yang besar adalah rumah sakit yang mau belajar dari masyarakatnya.
Salah satu visi besar yang disampaikan adalah keinginan agar pelayanan kesehatan masyarakat Jombang dapat diselesaikan di daerah sendiri.
“Sebisa mungkin masyarakat Jombang selesai di Jombang. Tidak perlu jauh-jauh dirujuk keluar daerah, kecuali memang secara medis tidak bisa ditangani,” tegasnya.
Dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas, ia berharap RSUD Jombang mampu menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus penggerak kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah.
Menutup dialog dalam tayangan tersebut, dr. Puji Umbaran menegaskan bahwa RSUD Kabupaten Jombang adalah milik masyarakat.
“Rumah sakit ini milik panjenengan semua. Kami bekerja untuk melayani, dan kami terbuka untuk terus diperbaiki,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa arah pembangunan RSUD Jombang ke depan tidak hanya bertumpu pada kemajuan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keterbukaan, dan pelayanan sepenuh hati. (*) (BRT/CNI)
Kontributor : BRT
Sumber Berita : YouTube RSUD JOMBANG
















