Wisata Sinawah Semarak dengan Grebeg Gunungan Jajan Pasar, Perhutani Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 9 September 2025 - 252 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBER NEWS INDONESIA  || GROBOGAN – Suasana meriah tampak di kawasan wisata Sendang Goa Sinawah, Kabupaten Grobogan. Ratusan pengunjung tumpah ruah mengikuti tradisi grebeg gunungan jajan pasar dalam rangka memperingati satu tahun penyelenggaraan Pasar Djaten, pasar tradisi unik dengan sistem pembayaran menggunakan koin kayu jati, pada Minggu (7/9/2025).

Pasar Djaten yang digelar rutin setiap Minggu Pahing ini menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus kuliner. Berbagai makanan tradisional seperti pecel, nasi jagung, soto ndeso, getuk, aneka minuman rempah, dan jajanan pasar lainnya disajikan pedagang dengan nuansa tempo dulu. Selain kuliner, atraksi budaya lokal juga turut meramaikan suasana, menjadikan Pasar Djaten sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Grobogan.

Berlokasi di kawasan wisata Sendang Goa Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, wilayah hutan yang dikelola Perhutani KPH Purwodadi tepatnya di RPH Sinawah, BKPH Jatipohon, keberadaan pasar ini memiliki daya tarik tersendiri. Keasrian hutan, kesejukan udara, serta keberadaan sendang dan goa alami menjadi pelengkap pengalaman wisata unik berbasis alam dan budaya.

Foto: Suasana pasar Djaten

Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan. menyampaikan apresiasinya atas keberlangsungan Pasar Djaten.

“Pasar Djaten telah menjadi inovasi wisata yang menggabungkan kearifan lokal, budaya, dan kelestarian alam hutan. Kami sangat bangga karena kegiatan ini mampu menarik minat masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Perhutani akan terus mendukung pengembangan wisata berbasis budaya dan alam seperti ini,” ungkapnya.

Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugiarto, menambahkan bahwa keberhasilan Pasar Djaten tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat.

Tonton Juga:

“Setiap Minggu Pahing, kawasan ini selalu dipadati pengunjung. Sistem pembayaran menggunakan koin kayu jati bukan hanya unik, tetapi juga menjadi ciri khas yang membedakan Pasar Djaten dari pasar tradisi lainnya. Kami berharap tradisi ini terus lestari dan semakin dikenal luas,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Siti Wahyuni asal Purwodadi, mengaku senang bisa berkunjung bersama keluarganya.

“Saya dan keluarga sangat bahagia bisa ikut berebut gunungan jajan pasar. Anak-anak juga senang mencoba berbagai jajanan tradisional. Tempatnya sejuk, makanan enak, dan suasananya sangat berbeda. Kami pasti akan kembali lagi,” ungkapnya penuh kegembiraan.

Dengan konsep tradisi, budaya, dan wisata alam yang berpadu, Pasar Djaten tidak hanya hadir sebagai pusat kuliner tradisional tetapi juga menjadi destinasi edukasi budaya serta sarana memperkuat kebersamaan masyarakat. (**)

Facebook Comments Box

Kontributor : NN

Editor : Tim

Sumber Berita : Komp-PHT/Pwd/Aris

Berita Terkait

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan
Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati
BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik
Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah
Bukan Untuk Berpolitik dan Berafiliasi ke Partai, Ini Tujuan Berdirinya PKDI di Grobogan
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri BPR BKK Purwodadi
Tim Pasopati Demak Berbagi Takjil, Eko HK : Kami Hanya Ingin Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09

Kades Bangsri Temukan Ranjau Bekas Penjajah Belanda Saat Nyangkul, Dipastikan Tidak Aktif

Selasa, 21 April 2026 - 08:00

Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan

Kamis, 16 April 2026 - 14:36

Hadiri Rapat Koordinasi dan Verifikasi Kelompok Tani Hutan Begini Pesan Kapolsek Kedungjati

Kamis, 9 April 2026 - 19:19

BUMDes Ajisaka Desa Jono Berhasil Budidaya Melon Premium Secara Organik

Senin, 16 Maret 2026 - 01:16

Ngeri…! Korban Pengisian Perangkat di Desa Kandangrejo-Klambu Mulai Berani Berteriak, Ada Yang Diminta 310 Juta Rupiah

Berita Terbaru