CYBER NEWS INDONESIA , Lingga – Pergantian pimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, menyisakan sejumlah cerita kelam. Sebagai kado terakhir seorang mantan narapidana, pada Minggu (28/9/2025), mengungkapkan catatan hitam yang ditinggalkan mantan Kepala Lapas, Jaka Putra, selama menjabat.
Menurut kesaksian yang enggan disebutkan identitasnya, masa kepemimpinan Jaka Putra dinilai jauh dari semangat pembinaan yang seharusnya menjadi roh lembaga pemasyarakatan. Alih-alih memberi pembinaan, praktik intimidasi, pemerasan, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang disebut justru lebih menonjol.
“Seharusnya seorang kepala lapas memberi pembinaan, bukan menekan napi dengan pungutan dan praktik yang tidak mencerminkan pemimpin,” ungkap narasumber.
Adapun catatan kelam yang dipaparkan meliputi sejumlah dugaan praktik tidak terpuji, di antaranya:
Pungutan Liar – Diduga terdapat pungutan untuk pindah kamar, peningkatan fasilitas, hingga penunjukan sebagai tamping (tahanan pendamping) dengan tarif jutaan rupiah.
Penggunaan Handphone – Narapidana yang ingin memakai ponsel disebut harus menyetor jutaan rupiah setiap bulan.
Kamar Biologis – Muncul dugaan adanya kamar khusus untuk hubungan intim dengan tarif hingga Rp 5 juta per hari melalui oknum tertentu.
Arena Perjudian – Disebut-sebut kamar 1 dijadikan lokasi perjudian seperti Qiu-Qiu dan Remi Song, dengan setoran bulanan mencapai puluhan juta rupiah.
Penagihan Hutang Bermasalah – Isu terbaru terkait penagihan hutang kepada dua tamping kantin, KR dan IR, meski hutang tersebut disebut berasal dari kesalahan hitung barang kantin serta utang napi lain yang telah dipindahkan ke Tanjungpinang pasca kerusuhan.
Mantan napi tersebut berharap pergantian kepemimpinan Lapas bisa menjadi momentum perbaikan dan pemulihan citra.
“Selamat datang kepada Kalapas baru. Semoga bisa membawa warna baik bagi napi dan nama baik Lapas ke depan. Jangan sampai kejadian kelam ini terulang kembali di Tanah Melayu,” pungkasnya.
Hingga berita ini di terbitkan Wartawan belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Eks Kalapas kelas III Dabo Singkep , tentang pemaparan seorang mantan narapidana yang menjadi narasumber dalam pemberitaan ini.
Kontributor : AWALLUDIN
Editor : TIM
Sumber Berita : Liputan , Eks mantan narapidana
















