Cybernewsind.com, Lingga, — Dalam rangka mengantisipasi peredaran uang palsu dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keaslian uang rupiah, Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau menggelar kegiatan Penyuluhan Autentikasi Uang kepada Masyarakat di Gedung Sanggar Praja, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Sabtu (27/7/2025) pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Camat Singkep Agustiar, Narasumber dari Bank Indonesia Panca Gunawan, Perwakilan Tim ERB BI Kepulauan Riau Sofian Hadi, Danramil 04 Dabo Singkep Kapten Arm Ismarli Koto, perwakilan KRI Hasan Basri 382 Letda Laut (E) Zarkasih, Kanit Intel Polsek Dabo Singkep Brigpol Khory, Ketua Bawaslu Kabupaten Lingga Fidya Asrina, para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Singkep, serta 40 peserta dari masyarakat umum dan perwakilan siswa SMA.
Sofian Hadi dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya edukatif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengenali uang asli, terutama di tengah maraknya potensi peredaran uang palsu. Ia menjelaskan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem pembayaran dan kestabilan ekonomi. “Kami mendorong masyarakat untuk mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang,” ujar Sofian.
Selanjutnya, Panca Gunawan menyampaikan bahwa Bank Indonesia memiliki mandat strategis dalam menjaga kestabilan nilai rupiah, termasuk memastikan uang yang beredar cukup, layak edar, dan aman digunakan. Ia menjelaskan bahwa uang rupiah tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga simbol kedaulatan negara yang perlu dijaga bersama. Panca juga menyampaikan manfaat memahami autentikasi uang, antara lain menghindari kerugian, menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesadaran hukum, serta membentuk sikap hati-hati dalam transaksi sehari-hari.
Metode 3D dijabarkan secara teknis, yaitu:
Dilihat: memperhatikan gambar utama, warna, dan benang pengaman;
Diraba: mengenali tekstur kasar dari cetakan uang asli;
Diterawang: melihat tanda air dan gambar saling isi di bawah cahaya.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini juga menghasilkan pemahaman bersama bahwa uang rupiah tidak memiliki masa kedaluwarsa, namun uang lusuh harus diuji lebih lanjut untuk memastikan keasliannya. Selain itu, sistem transaksi digital seperti Bitcoin belum diterapkan secara resmi di Indonesia, karena masih dalam tahap kajian menyeluruh.
Bank Indonesia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang dapat mendorong peran aktif masyarakat Kabupaten Lingga sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah peredaran uang palsu, sekaligus mendukung sistem pembayaran nasional yang aman dan terpercaya. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara BI, pemerintah daerah, dan masyarakat menuju ekonomi yang inklusif dan tahan terhadap ancaman pemalsuan uang.
Kontributor : AWALLUDIN
Editor : TIM
Sumber Berita : Pres Rilis
















