CYBER NEWS INDONESI, Lingga – Masyarakat Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, kembali memperotes pelaksanaan proyek pembangunan jembatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) dengan pagu anggaran sebesar Rp152.305.000. Proyek tersebut berlokasi di RT 002/RW 001 Dusun I Desa Resang.
Salah seorang warga setempat berinisial R mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap hasil pekerjaan yang dinilai tidak sesuai mutu dan tidak memenuhi standar konstruksi sebagaimana mestinya.
“Kami selaku masyarakat meminta pelaksana kegiatan bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan ini. Aparat penegak hukum juga kami harapkan dapat melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar tidak dikerjakan asal jadi,” ujar R kepada wartawan, Kamis (30/10/2025).
R menambahkan, sebelumnya warga telah menyampaikan langsung kepada pihak pelaksana agar pekerjaan dilakukan dengan standar yang baik, termasuk pada proses pengecoran yang seharusnya dilakukan tidak secara bertahap untuk memperkuat struktur jembatan.
“Awalnya kami sudah sampaikan supaya pekerjaan jangan terburu-buru, apalagi pengecoran harus dilakukan sekaligus, tidak secara bertahap karena bisa berpengaruh terhadap kekuatan jembatan,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada Kepala Desa Resang, Hanafi, melalui pesan WhatsApp hingga berita ini ditayangkan, belum mendapatkan tanggapan. Kepala desa tersebut terkesan enggan memberikan keterangan resmi terkait tudingan warga mengenai proyek yang menggunakan dana publik tersebut.
Proyek jembatan ini kini menjadi sorotan masyarakat Desa Resang, yang berharap agar pemerintah desa lebih transparan dan bertanggung jawab dalam pengelolaan anggaran Dana Desa demi kepentingan bersama.
Kontributor : AWALLUDIN
Editor : TIM
Sumber Berita : Masyarakat
















