Prime Time News
CYBERNEWSIND.COM || KETAPANG -Kegelisahan mulai mencuat dari lingkungan Politeknik Negeri Ketapang (Politap). Dugaan penyimpangan anggaran kembali mengemuka, kali ini terkait pengadaan pakaian mahasiswa. Berdasarkan data dari SiRUP LKPP tahun 2024, terungkap bahwa pengadaan baju mahasiswa dipisah menjadi 6 paket pengadaan langsung dengan total nilai fantastis: Rp 942.659.000.
Namun, ironisnya, hasil di lapangan jauh dari harapan. Mahasiswa semester 2 angkatan 2024 menyebut bahwa mereka hanya menerima empat jenis pakaian, yakni: (almamater, rompi, baju lab, baju program studi, dan rompi). Tak ada rincian jumlah pakaian tambahan ataupun kualitas unggul yang dapat menjelaskan besarnya anggaran tersebut.
Dengan jumlah mahasiswa semester 2 yang diperkirakan mencapai 480 orang, maka jika dibagi rata, anggaran pakaian per mahasiswa menyentuh hampir Rp 2 juta. Fakta ini menimbulkan kecurigaan publik: ke mana aliran dana sebesar itu sebenarnya digunakan?
Paket-paket tersebut diduga sengaja dipecah agar tetap berada di bawah ambang batas maksimal pengadaan langsung, praktik yang kerap dijadikan celah untuk menghindari proses lelang terbuka.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Direktur Politap, Irianto, serta Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), inisial R, telah dipanggil Kejaksaan Tinggi Kalbar. Sementara PPK pengadaan ini, inisial S, dikabarkan terkena stroke, membuat proses pengusutan semakin rumit.
Publik berharap, ini bukan bagian dari praktik busuk yang menggerogoti dunia pendidikan dari dalam. Institusi pendidikan seharusnya menjadi pelopor integritas, bukan panggung permainan anggaran.
Kini, semua mata tertuju pada langkah kejaksaan. Akankah kasus tersebut dibuka terang-terangan? Atau justru ditenggelamkan seperti yang sudah-sudah?
( CNI )
Kontributor : Rusli
Editor : Tim
Sumber Berita : Liputan
















