BATAM (CNI) – Seperti kucing-kucingan dengan aparat, itulah gambaran yang terjadi di Gelanggang Permainan (Gelper) Super Star 21 Batam.
Padahal belum lama ini lokasi yang berada di komplek ruko elit tersebut sempat digeruduk aparat kepolisian untuk razia dan pemeriksaan. Namun apa yang terjadi? Pantauan awak media di lapangan pada Sabtu (8/8/2026) justru menunjukkan pemandangan yang ironis.
Gelper Super Star 21 bukan tutup, malah terlihat semakin ramai dan beroperasi seperti biasa, seolah kebal hukum dan tak tersentuh razia.
Dari luar, lokasi itu tampak seperti tempat hiburan keluarga biasa. Namun di dalamnya, aktivitas pengunjung terlihat sangat padat. Puluhan mesin permainan jackpot menyala terang, suara denting koin beradu dengan teriakan pengunjung yang histeris.
Di balik keramaian itu, awak media mencium adanya mekanisme janggal yang diduga menjadi celah praktik perjudian terselubung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, koin yang dimenangkan pemain dari mesin diduga tidak bisa langsung ditukar uang. Melainkan ditukar dulu dengan rokok dalam jumlah banyak.
Anehnya, rokok yang baru saja ditukar dari koin tersebut, diduga bisa kembali ditukarkan menjadi uang tunai di tempat yang sama atau melalui oknum yang berada di sekitar lokasi.
Jika skema putar-memutar ini benar terjadi, maka ini adalah modus klasik perjudian berkedok Gelper yang patut ditelusuri tuntas oleh aparat penegak hukum. Pola “koin – rokok – uang” ini diduga kuat hanya akal-akalan untuk mengelabui petugas saat razia.
Tentu saja, kebenaran mekanisme tersebut masih membutuhkan penyelidikan, pembuktian, dan pemeriksaan forensik secara menyeluruh dari pihak kepolisian.
Betapa brutalnya putaran uang di dalam sana, diakui langsung oleh salah seorang pengunjung yang ditemui awak media dengan wajah lesu setelah keluar dari lokasi.
“Saya sudah habis sekitar Rp 1,4 juta,” ujarnya lirih kepada awak media. Uang segitu ludes hanya dalam waktu kurang lebih dua jam bermain.
Fakta pengakuan ini semakin menimbulkan tanda tanya besar. Permainan macam apa yang bisa menghabiskan Rp 1,4 juta dalam 2 jam? Apakah ini masih sebatas hiburan ketangkasan biasa, atau sudah menjadi ajang taruhan yang menguras dompet masyarakat?
Kondisi ini membuat warga Batam geram. Masyarakat menilai razia yang dilakukan aparat selama ini hanya bersifat sesaat, formalitas, dan tidak menyentuh akar masalah.
Mereka datang, foto-foto, periksa sebentar, lalu pergi. Besoknya, Gelper buka lagi dan semakin ramai. Pola ini yang membuat warga curiga dan mempertanyakan keseriusan aparat.
“Kami minta aparat tidak sekadar razia sesaat, tetapi telusuri sampai ke akar-akarnya. Bongkar sistem operasionalnya, periksa alur penukaran koinnya, siapa bekingnya, siapa pengelolanya, dan kemana aliran uangnya. Jangan sampai setelah diperiksa, mereka kembali beroperasi seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa,” tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya karena takut diintimidasi.
Kini, bola panas ada di tangan Polresta Barelang dan Polda Kepri. Ketegasan dan nyali mereka benar-benar dinanti masyarakat Batam.
Apakah Gelper Super Star 21 ini akan terus dibiarkan beroperasi dengan dugaan modus tukar rokoknya, atau akan ada tindakan tegas berupa penggerebekan dan penyegelan permanen?. Kini, Masyarakat menunggu bukti, bukan janji razia.
(Budi)
















