CYBER NEWS INDONESIA, LINGGA – Kekecewaan masyarakat Desa Kuala Raya, Kecamatan Singkep Barat, atas proyek peningkatan jalan semenisasi yang diduga bermasalah akhirnya memuncak. Melalui Ketua Karang Taruna Gema Karya, Eka Arie Sandy, warga secara resmi melaporkan proyek senilai hampir Rp400 juta tersebut ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (12/9/2025).
“Kami baru saja melayangkan surat laporan melalui email ke Dinas Perkim Kepri hari ini. Laporan tersebut kami lengkapi dengan 2 video dan 5 foto sebagai bukti konkret pengerjaan proyek yang tidak sesuai standar,” ungkap Eka Arie Sandy kepada awak media.
Dalam laporan itu, warga membeberkan sejumlah temuan krusial. Antara lain penggunaan besi tulangan yang jauh di bawah standar hanya sepanjang 2,1 meter, absennya pengawas proyek dari konsultan, hingga metode pengerjaan yang dinilai asal-asalan dengan mencampur semen menggunakan sekop. Ironisnya, kepala tukang di lapangan bahkan mengaku tidak memegang gambar kerja maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Eka menilai, sikap pasif Dinas Perkim Kepri memperburuk suasana. Pasalnya, permasalahan proyek ini telah berulang kali diberitakan media massa, namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi maupun jawaban memuaskan dari pihak dinas.
“Ini bukan hal baru. Masalahnya sudah berbulan-bulan kami suarakan dan media sudah banyak memberitakan. Tapi jawaban dinas selalu sama, terkesan santai dan cari aman,” tegasnya.
Pihaknya kini memberi peringatan keras. Jika laporan resmi itu kembali tidak ditanggapi, masyarakat berencana membawa masalah ini ke Inspektorat dan Komisi III DPRD Provinsi Kepri.
“Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan. Kami pastikan kasus ini tidak akan berhenti sampai ada tindakan nyata. Jika terbukti ada permainan culas di dalamnya, kami siap menyeret oknum-oknum yang terlibat ke penjara,” tutup Eka.
Kontributor : AWALLUDIN
Editor : TIM
Sumber Berita : Karang taruna Kuala Raya
















