CYBERNEWSIND | JOMBANG, – Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan di enam kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Program ini menyasar 12 desa dengan total pagu anggaran mencapai Rp3 miliar.
PISEW merupakan program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah perdesaan sekaligus mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
Enam kecamatan penerima program tersebut meliputi Kecamatan Jombang, Gudo, Ngoro, Plandaan, Ploso, dan Sumobito. Masing-masing kecamatan mencakup dua desa penerima manfaat.
Di Kecamatan Jombang, program dilaksanakan di Desa Sumberjo dan Banjardowo. Kecamatan Gudo meliputi Desa Plumbongambang dan Wangkalkepuh. Kecamatan Ngoro mencakup Desa Gajah dan Pulorejo.
Selanjutnya, Kecamatan Plandaan meliputi Desa Karangmojo dan Jatimlerek. Kecamatan Ploso mencakup Desa Bawangan dan Rejoagung, sedangkan Kecamatan Sumobito meliputi Desa Segodorejo dan Mlaras.
Dana kegiatan PISEW 2026 bersumber dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK). Setiap kegiatan memperoleh pagu anggaran sebesar Rp500 juta.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp475 juta untuk pekerjaan fisik dan Rp25 juta untuk biaya operasional (BOP). Dengan total 12 kegiatan, alokasi anggaran keseluruhan mencapai Rp6 miliar, terdiri atas Rp5,7 miliar untuk pekerjaan fisik dan Rp300 juta untuk biaya operasional.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kelompok masyarakat kerja sama antardesa yang dibentuk di setiap kecamatan penerima. Skema tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
Hingga saat ini, rata-rata progres pelaksanaan PISEW 2026 di Kabupaten Jombang telah mencapai 40 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan fisik di sejumlah lokasi telah memasuki tahap pelaksanaan.
Ke depan, percepatan pembangunan diharapkan tetap berjalan seiring dengan pengawasan kualitas pekerjaan, transparansi penggunaan anggaran, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Keterlibatan kelompok masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan juga diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Program PISEW di 12 desa tersebut diharapkan mampu memperbaiki aksesibilitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, dan menunjang kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan.
Namun, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari besarnya anggaran maupun persentase progres fisik. Kualitas bangunan, ketepatan sasaran, keterbukaan pengelolaan dana, serta manfaat infrastruktur setelah selesai dibangun juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
Dengan alokasi anggaran Rp6 miliar dan rata-rata progres 40 persen, pelaksanaan PISEW 2026 di Kabupaten Jombang kini diharapkan terus berjalan sesuai rencana serta menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Catatan: Data progres dan rincian anggaran dalam berita ini mengacu pada informasi yang tersedia. Persentase progres setiap desa, jenis infrastruktur yang dibangun, target penyelesaian, serta keterangan resmi pihak pelaksana masih perlu dikonfirmasi untuk melengkapi pemberitaan.
#PISEW2026 #Jombang #PembangunanDesa #InfrastrukturPerdesaan
















