Lemotnya Kinerja Tata Usaha Dinas Peternakan: Administrasi Sembrono dan Urgensi Reformasi Birokrasi

Rabu, 26 Maret 2025 - 404 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


CYBERNEWSIND.COM || JOMBANG – Dalam dunia birokrasi, ketepatan waktu dan ketelitian dalam administrasi adalah kunci utama dalam menjaga kredibilitas suatu institusi. Sayangnya, hal ini tampaknya belum menjadi prioritas di jajaran Tata Usaha (TU) Dinas Peternakan. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa administrasi di instansi ini masih jauh dari kata sigap, bahkan cenderung molor dan sembrono.

Kinerja administrasi yang baik seharusnya didukung oleh tata kelola keuangan dan laporan pertanggungjawaban (SPJ) yang transparan serta akurat. Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Beberapa laporan menunjukkan bahwa pencairan dana dan proses klaim SPJ di Dinas Peternakan kerap mengalami kendala yang tidak perlu.

Keluhan datang dari berbagai pihak terkait lambannya proses pencairan dana yang telah diklaim dan direvisi. Plh Kepala Dinas Peternakan, M. Saleh, bahkan hanya bisa meminta pihak yang menunggu untuk “bersabar” tanpa memberikan kepastian yang jelas. Sementara itu, ketika mencoba menelusuri lebih lanjut kepada Kepala Tata Usaha, Hani, jawaban yang didapatkan pun tidak memuaskan: “Sek ya, dicari dulu… Iki petugasnya masih keluar… berarti belum masuk SPJ, mas.” ucapnya. Rabu, ( 26/03/2025 ).

Respons semacam ini memperlihatkan ketidaksiapan serta lemahnya koordinasi di dalam jajaran TU Dinas Peternakan. Jika petugas yang bertanggung jawab sedang tidak ada, seharusnya ada sistem yang memastikan bahwa berkas tetap bisa diproses tanpa harus tergantung pada individu tertentu. Hal ini menunjukkan kurangnya sistem administrasi yang efektif dan efisien.

Dibandingkan dengan dinas lain, Dinas Peternakan tampak jauh tertinggal dalam hal pengelolaan administrasi. Beberapa laporan SPJ dari dinas lainnya menunjukkan bahwa mereka jauh lebih sigap dalam menangani pencairan dan administrasi keuangan. Tidak hanya itu, di instansi lain, ketelitian dalam proses administrasi juga lebih terjaga, sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalisir.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa bukan hanya sekadar keterlambatan biasa yang menjadi permasalahan, tetapi ada indikasi lemahnya sistem kerja yang berakar dari buruknya manajemen birokrasi di dalamnya. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin hal ini akan merugikan banyak pihak, baik dari internal dinas sendiri maupun para mitra kerja yang bergantung pada kecepatan dan ketepatan pencairan anggaran.

Lemotnya kinerja TU Dinas Peternakan seharusnya menjadi alarm bagi pemangku kebijakan untuk segera melakukan reformasi birokrasi. Dinas ini perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem administrasi yang diterapkan, termasuk peningkatan kapabilitas sumber daya manusia yang bertanggung jawab dalam proses tersebut.

Ketika birokrasi lamban dan sembrono, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga kredibilitas pemerintahan secara keseluruhan. Jika Dinas Peternakan tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin citra institusi ini semakin terpuruk dan kehilangan kepercayaan dari berbagai pihak. Reformasi birokrasi di jajaran Dinas Peternakan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. (CNI/Baret)

Facebook Comments Box

Kontributor : Baret Lanang

Editor : Tim

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen
Progres Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Capai 70,913 Persen, Lampaui Target 18,485 Poin
OTK Mengaku Jurnalis berpenampilan Preman sedang Marak di Jombang.
Dishub Jombang Dorong Angkutan Desa Bangkit, Bidik Layanan Transportasi Pelajar
Pastikan Akurasi Data Aset Daerah, BPKAD Jombang Gelar Rekonsiliasi BMD publikasi
Jangan Terobos Palang! Dishub Jombang Ingatkan Keselamatan di JPL 79 Sembung
Jombang Terbuka untuk Siapa Pun, Tapi Premanisme Jangan Diberi Ruang
Lima Tahun Pembangunan Desa Carangrejo, Wajah Desa Makin Berbenah dan Representatif

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33

PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:26

Progres Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Capai 70,913 Persen, Lampaui Target 18,485 Poin

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:20

OTK Mengaku Jurnalis berpenampilan Preman sedang Marak di Jombang.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:12

Dishub Jombang Dorong Angkutan Desa Bangkit, Bidik Layanan Transportasi Pelajar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11

Pastikan Akurasi Data Aset Daerah, BPKAD Jombang Gelar Rekonsiliasi BMD publikasi

Berita Terbaru

Uncategorized

Babinsa dan Warga Gotong Royong Renovasi Pos Linmas Desa Limbung

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:51