CYBERNEWSIND | JOMBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang terus memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) yang digelar di Aula 1 Disdikbud Kabupaten Jombang, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini diikuti operator SMP Negeri se-Kabupaten Jombang serta operator SD Negeri dari Kecamatan Jombang dan Kecamatan Mojoagung. Sosialisasi menjadi bagian dari langkah strategis Disdikbud untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud menghadirkan narasumber dari Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang. Kedua instansi tersebut memberikan materi mengenai implementasi aplikasi SKM, mekanisme pelaksanaan survei kepuasan masyarakat, hingga tata cara pengelolaan pengaduan masyarakat melalui platform SP4N-LAPOR.
Kepala Sub Bagian Umum Disdikbud Kabupaten Jombang, Edwin Setya Parahita, yang memandu kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelayanan publik di sektor pendidikan harus terus mengalami peningkatan. Menurutnya, sekolah sebagai unit pelayanan terdepan memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dari setiap satuan pendidikan akan memberikan kontribusi terhadap nilai SKM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang secara keseluruhan. Oleh sebab itu, setiap sekolah dituntut memberikan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Nilai SKM satuan pendidikan atau sekolah berdampak pada nilai SKM Disdikbud Jombang. Karena itu, mari kita layani masyarakat semaksimal mungkin dengan terus meningkatkan profesionalitas petugas pelayanan,” tegas Edwin.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif mengikuti seluruh sesi. Banyak operator sekolah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai kendala yang mungkin dihadapi dalam penerapan aplikasi di lingkungan sekolah masing-masing.
Selain memahami penggunaan aplikasi, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menindaklanjuti setiap masukan, kritik, maupun pengaduan masyarakat secara cepat dan tepat melalui SP4N-LAPOR. Sistem tersebut diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi yang efektif antara masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik, sehingga setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti secara profesional.
Pemanfaatan aplikasi SKM juga dinilai penting sebagai instrumen evaluasi kualitas pelayanan. Melalui hasil survei yang diperoleh secara berkala, setiap sekolah dapat mengetahui tingkat kepuasan masyarakat sekaligus melakukan perbaikan terhadap aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan.
Disdikbud Kabupaten Jombang menilai transformasi pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi digital, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Karena itu, peningkatan kapasitas operator sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi di bidang pendidikan.
Melalui sosialisasi ini, Disdikbud berharap seluruh operator sekolah mampu mengelola aplikasi SKM dan SP4N-LAPOR secara optimal, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan publik.
Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Disdikbud dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat. (*) (BRT)
















