Tidak Hanya Jadi Hutan Tanaman Jagung, Ratusan Hektare Lahan KHDPK Diduga Jadi Lahan Pungutan Liar

Jumat, 21 Maret 2025 - 468 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

" Dulu di awal saya diminta 3 juta itu tanpa ada batas waktu penggarapan, terus nanti kalau habis panen diminta kurang lebih 150 tergantung hasil panennya bagaimana, itu petani masih dibebani pajak ."


CYBERNEWSIND.COM || GROBOGAN – Di saat ratusan hektare lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Genengsari menuai sorotan akibat dijadikan hutan jagung, berbagai persoalan satu – persatu muncul ke permukaan masyarakat.

Selain persoalan peralihan dari program IPHPS ke program KHDPK yang masih sulit dipahami oleh pihak – pihak tertentu, terjadinya pungutan ke petani yang diduga dilakukan oleh oknum ketua Gapoktan dari tahun 2018 hingga 2025 juga menyita perhatian publik.

Dalam pengakuan salah satu petani hutan yang memiliki lahan berukuran 100 m x 14 m, di awal saat akan menggarap lahan sudah dipungut Rp. 3.000.000 ( tiga juta Rupiah ) dan itu berlaku untuk ke semua petani hutan. Selain itu masih ada pungutan lain seperti pasca panen jagung, petani diwajibkan membayar kisaran Rp. 150.000 belum termasuk pajak.

” Dulu di awal saya diminta 3 juta itu tanpa ada batas waktu penggarapan, terus nanti kalau habis panen diminta kurang lebih 150 tergantung hasil panennya bagaimana, itu petani masih dibebani pajak pak, ” beber salah satu petani hutan yang enggan disebutkan namanya. Kamis, (13/03/2025).

FOTO : Kondisi Hutan Jagung di Lahan KHDPK Desa Genengsari. (Dok.Ist)

Program IPHPS di Desa Genengsari sudah dijalankan sejak tahun 2018. Dalam kurun waktu 5 tahun tercatat tidak terpenuhi untuk tanaman keras yang harus tertanam dan tumbuh di 50% lahan hutan yang diajukan program IPHPS.

Kondisi ratusan Hektare lahan yang kini menjadi hutan jagung, seharusnya juga menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah, mengingat akibat adanya hutan jagung, banjir mudah melanda wilayah kabupaten Grobogan.

Hingga berita ini diterbitkan masih banyak pihak yang harus dikonfirmasi untuk keberimbangan berita ini. (CNI/Tim Redaksi)

Facebook Comments Box

Kontributor : Redaksi

Editor : TIM

Sumber Berita : LIPUTAN

Berita Terkait

Diduga Pengembangan Kasus Narkoba, Dua Remaja Diamankan di Kios Hutan Kota Purwodadi
Ormas Squad Nusantara Sambangi 3 Korban Sengatan Listrik di Bandungharjo Toroh Grobogan
Gebyar Undian BKK Purwodadi 2026 Dibagikan, Hadiah Utama 1 Unit Mobil Avanza
Laporan AMJ Terbaik di Geyer, Kades Sobo Dwi Hartanti Diapresiasi Camat
Polres Grobogan Bekali Pelajar SMK Asta Mitra dengan Keterampilan AI dan Etika Digital
Akibat Sakit Mendadak, Petugas KSP Meninggal Dunia Saat Nagih Angsuran ke Nasabah di Grobogan 
Wabup Grobogan Lepas 10 Ribu Peserta Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Desa Kenteng Toroh
Iklan: Ucapan HUT RI ke – 81 Tahun BPR BKK Purwodadi 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00

Diduga Pengembangan Kasus Narkoba, Dua Remaja Diamankan di Kios Hutan Kota Purwodadi

Selasa, 29 September 2026 - 18:40

Ormas Squad Nusantara Sambangi 3 Korban Sengatan Listrik di Bandungharjo Toroh Grobogan

Minggu, 13 September 2026 - 18:51

Gebyar Undian BKK Purwodadi 2026 Dibagikan, Hadiah Utama 1 Unit Mobil Avanza

Jumat, 11 September 2026 - 11:40

Laporan AMJ Terbaik di Geyer, Kades Sobo Dwi Hartanti Diapresiasi Camat

Senin, 7 September 2026 - 14:31

Polres Grobogan Bekali Pelajar SMK Asta Mitra dengan Keterampilan AI dan Etika Digital

Berita Terbaru