CYBERNEWSIND.COM || JOMBANG – Di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang kian kompleks, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jombang ini berhasil meraih Quantum Claim Speed Award 2026 dari PT Jasa Raharja, sebuah penghargaan prestisius yang diberikan kepada rumah sakit dengan kinerja terbaik dalam kecepatan dan ketepatan pengajuan klaim santunan pasien kecelakaan lalu lintas.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, pada Selasa (20/1). Momen itu menjadi catatan penting, bukan hanya bagi RSUD Jombang, tetapi juga bagi pemerintah kabupaten, karena capaian ini menempatkan Jombang sejajar dengan rumah sakit-rumah sakit rujukan nasional.
Di antara ratusan rumah sakit penerima layanan pembiayaan Jasa Raharja di seluruh Indonesia, hanya sepuluh rumah sakit yang dinilai layak menerima apresiasi tertinggi ini. Yang lebih membanggakan, RSUD Jombang menjadi satu-satunya rumah sakit milik pemerintah kabupaten yang masuk dalam daftar elite tersebut.
Sembilan rumah sakit lainnya merupakan rumah sakit umum daerah milik pemerintah provinsi serta rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan.
“Rumah Sakit Jombang mendapat penghargaan dalam kategori ketepatan diagnosa dan penanganan pelayanan kesehatan serta kelengkapan dan kecepatan dokumen klaim dengan pembiayaan Jasa Raharja,” ujar Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, saat dikonfirmasi.
Kecepatan yang Berdampak Nyata bagi Pasien
Penghargaan Quantum Claim Speed Award bukan sekadar simbol. Di baliknya, terdapat indikator ketat yang mencakup akurasi diagnosa medis, kecepatan penanganan pasien kecelakaan, hingga ketepatan administrasi klaim yang diajukan rumah sakit kepada Jasa Raharja.
Dalam konteks pelayanan publik, aspek tersebut sangat krusial. Pasien kecelakaan lalu lintas membutuhkan penanganan cepat tanpa dibebani kerumitan administratif. Di sinilah RSUD Jombang dinilai berhasil menghadirkan kepastian layanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga proses pembiayaan.
Penghargaan ini diberikan setelah Jasa Raharja melakukan rekapitulasi dan evaluasi kinerja nasional terhadap rumah sakit mitra, berdasarkan kecepatan klaim, ketepatan dokumen, dan sinkronisasi antara pelayanan medis dan administrasi.
“Dari sepuluh penerima penghargaan, sembilan merupakan rumah sakit umum daerah milik provinsi dan Kementerian Kesehatan. Hanya satu rumah sakit daerah kabupaten, yaitu RSUD Jombang,” tegas dr Pudji.
Keberhasilan RSUD Jombang tidak berdiri sendiri. Menurut dr Pudji, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen rumah sakit—mulai dari tenaga medis, perawat, hingga staf administrasi—yang mampu bekerja dalam satu irama pelayanan.
“Kami ucapkan terima kasih yang tak berhingga atas kerja sama tim RSUD Jombang. Baik unsur pelayanan maupun administrasi, semuanya bersinergi luar biasa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak kecelakaan lalu lintas. Baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun pembiayaannya melalui Jasa Raharja,” ungkapnya.
Ia menyebut, kecepatan klaim tidak mungkin tercapai tanpa disiplin administrasi, koordinasi lintas unit, serta komitmen manajemen untuk menjadikan pelayanan pasien sebagai prioritas utama.
“Alhamdulillah, kemarin kita mendapatkan apresiasi tertinggi. Ini bukan akhir, tapi justru pengingat agar kami terus menjaga standar layanan,” imbuhnya.
Direktur RSUD Jombang juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, yang dinilai konsisten memberikan dukungan dan arahan strategis dalam peningkatan kualitas layanan rumah sakit daerah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Gus Wakil Bupati atas arahan dan bimbingannya yang terus memotivasi kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pengguna layanan RSUD Jombang,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah, menurutnya, menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah, terutama dalam menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap mutu layanan rumah sakit.
Bagi RSUD Jombang, penghargaan nasional ini bukan hanya soal prestise. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi penanda arah kebijakan pelayanan kesehatan daerah—bahwa rumah sakit milik kabupaten pun mampu bersaing, bahkan unggul, di tingkat nasional.
Capaian ini sekaligus mempertegas bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak selalu harus dimulai dari pusat. Dengan manajemen yang tepat, komitmen pelayanan, dan sinergi antarlembaga, rumah sakit daerah mampu menjadi garda terdepan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan berkeadilan.
Dan di tengah hiruk-pikuk sistem kesehatan nasional, RSUD Jombang membuktikan satu hal penting: pelayanan cepat bukan sekadar slogan, tetapi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(*) (BRT/CN
Kontributor : BRT
















