TKA Bukan Sekadar Ujian, Melainkan Cermin Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan di Jombang

Selasa, 7 Juli 2026 - 129 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERNEWSIND | JOMBANG – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Jombang menjadi momentum penting untuk melihat arah pembangunan pendidikan yang semakin berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Monitoring yang dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur menunjukkan bahwa proses evaluasi pendidikan tidak hanya berhenti pada hasil nilai, tetapi juga memastikan seluruh tahapan pelaksanaannya berlangsung dengan baik.

Kehadiran pemerintah daerah di tengah pelaksanaan TKA memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kunjungan seremonial. Kehadiran tersebut menjadi bentuk tanggung jawab bahwa setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti asesmen dalam suasana yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur. Hal-hal seperti kesiapan ruang ujian, kelancaran teknis, hingga kondisi psikologis siswa merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Menariknya, pemantauan yang dilakukan BBPMP Jawa Timur tidak hanya berfokus pada administrasi penyelenggaraan. Wawancara langsung kepada para siswa setelah mengikuti tes menunjukkan adanya pendekatan yang lebih humanis dalam dunia pendidikan. Pendapat siswa mengenai tingkat kesulitan soal, kenyamanan selama ujian, maupun pengalaman mereka menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga. Pendekatan seperti ini mencerminkan bahwa kualitas pendidikan dibangun melalui proses mendengarkan seluruh pihak, termasuk peserta didik sebagai subjek utama pendidikan.

Materi yang diujikan dalam TKA juga menunjukkan perubahan paradigma pendidikan. Tidak hanya mengukur kemampuan matematika dan numerasi, tetapi juga memasukkan survei karakter sebagai bagian dari asesmen. Ini menjadi sinyal bahwa pendidikan Indonesia tidak lagi semata mengejar kemampuan akademik, melainkan juga membentuk karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Di era perkembangan teknologi dan persaingan global, kemampuan numerasi menjadi salah satu kompetensi dasar yang sangat dibutuhkan. Kemampuan berpikir logis, menganalisis informasi, serta memecahkan persoalan merupakan bekal penting bagi generasi muda. Namun, kecerdasan akademik saja tidak cukup. Karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan bekerja sama menjadi fondasi yang sama pentingnya dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.

Karena itu, pelaksanaan TKA seharusnya tidak dipandang sebagai beban bagi siswa maupun sekolah. Sebaliknya, asesmen ini perlu dimaknai sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan. Dari hasil tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui aspek mana yang sudah baik dan bagian mana yang masih membutuhkan penguatan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan dapat disusun berdasarkan data yang objektif, bukan sekadar asumsi.

Langkah monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang juga patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas layanan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BBPMP, kepala sekolah, guru, hingga orang tua menjadi faktor penting agar proses peningkatan mutu pendidikan berjalan secara berkelanjutan.

Ke depan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari tingginya angka kelulusan atau nilai akademik semata. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika sekolah mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat. TKA hanyalah salah satu langkah dalam perjalanan panjang menuju tujuan tersebut.

Dengan semangat kolaborasi dan evaluasi yang terus dilakukan, Kabupaten Jombang memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Harapannya, setiap asesmen tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kemajuan peserta didik dan masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.
BRT— Penulis

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen
Progres Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Capai 70,913 Persen, Lampaui Target 18,485 Poin
OTK Mengaku Jurnalis berpenampilan Preman sedang Marak di Jombang.
Dishub Jombang Dorong Angkutan Desa Bangkit, Bidik Layanan Transportasi Pelajar
Pastikan Akurasi Data Aset Daerah, BPKAD Jombang Gelar Rekonsiliasi BMD publikasi
Jangan Terobos Palang! Dishub Jombang Ingatkan Keselamatan di JPL 79 Sembung
Jombang Terbuka untuk Siapa Pun, Tapi Premanisme Jangan Diberi Ruang
Lima Tahun Pembangunan Desa Carangrejo, Wajah Desa Makin Berbenah dan Representatif

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33

PISEW 2026 Sasar 12 Desa di Jombang, Anggaran Rp3 Miliar dan Progres Capai 40 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:26

Progres Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Capai 70,913 Persen, Lampaui Target 18,485 Poin

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:20

OTK Mengaku Jurnalis berpenampilan Preman sedang Marak di Jombang.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:12

Dishub Jombang Dorong Angkutan Desa Bangkit, Bidik Layanan Transportasi Pelajar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11

Pastikan Akurasi Data Aset Daerah, BPKAD Jombang Gelar Rekonsiliasi BMD publikasi

Berita Terbaru