Proyek Mewah Miliaran rupiah di Tengah Derita Rakyat, Dugaan Penyimpangan APBD Lingga 2025

Kamis, 9 Oktober 2025 - 204 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBER NEWS INDONESIA, , Lingga – Dua proyek pembangunan bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lingga Tahun 2025 terus menjadi sorotan publik. Proyek tersebut adalah pembangunan peningkatan infrastruktur kantor Kejaksaan Negeri Lingga dan Peningkatan infrastruktur Mako Polres Lingga yang berlokasi di Pelabuhan Jagoh, Kecamatan Singkep Barat.

Meskipun kedua proyek tersebut tampak megah dan menjadi simbol kemajuan infrastruktur, sejumlah masyarakat menilai langkah pemerintah daerah tidak berpihak pada kebutuhan rakyat kecil.

Di berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, banyak warga mengeluhkan kondisi jalan dan fasilitas umum yang rusak parah serta belum tersentuh pembangunan.

“Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan Bapak M. Nizar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Kamis (09/10/2025).

Ia menilai pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa dan akses penghubung antarwilayah, yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.

Pertanyaan publik pun mengemuka: apakah penganggaran proyek untuk dua instansi vertikal tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku? Bahkan muncul dugaan dari sebagian kalangan bahwa proyek tersebut berpotensi mengandung unsur gratifikasi, mengingat beberapa kasus korupsi di daerah diduga tidak pernah diungkap secara tuntas.

Desakan untuk transparansi dan audit proyek tersebut datang dari berbagai pihak. Ketua Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Lingga, Zulkarnaen, serta Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, turut menyuarakan keprihatinan atas lemahnya kontrol terhadap kebijakan penggunaan anggaran daerah dan kinerja Kejari lingga.

“Pemerintah daerah harus menjelaskan dasar hukum dan urgensi pengalokasian dana APBD untuk instansi vertikal. Publik berhak tahu apakah langkah ini sesuai aturan atau justru melanggar prinsip tata kelola keuangan negara,” tegas Zulkarnaen.

Meski berbagai kritik dan sorotan terus mengalir, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lingga maupun dari instansi terkait. Publik menunggu langkah tegas dari aparat pengawas dan penegak hukum agar transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah benar-benar ditegakkan.

 

 

Facebook Comments Box

Kontributor : AWALLUDIN

Editor : TIM

Sumber Berita : LIPUTAN

Berita Terkait

Rekonstruksi Pembunuhan di Lingga, Polisi Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Babinsa Daik Dampingi Syahbandar Awasi Kedatangan Kapal Sembako di Pelabuhan Pasar Daik
Babinsa Selayar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Patroli Pantai Cegah Abrasi
Babinsa Desa Teluk Imbau Nelayan Waspada Cuaca Buruk Saat Musim Hujan
Babinsa Sungai Besar Imbau Warga Cegah Karhutla Di wilayah Binaan.
Desa Pantai Harapan Gelar Doa Bersama Sambut Pembangunan Koperasi Merah Putih
Babinsa Koramil 05 Daik Imbau Warga Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Babinsa Koramil 05/Daik Imbau Warga Pancur Waspada Berkendara Saat Hujan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:04

Rekonstruksi Pembunuhan di Lingga, Polisi Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Senin, 18 Mei 2026 - 13:41

Babinsa Daik Dampingi Syahbandar Awasi Kedatangan Kapal Sembako di Pelabuhan Pasar Daik

Senin, 18 Mei 2026 - 12:18

Babinsa Selayar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Patroli Pantai Cegah Abrasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:14

Babinsa Sungai Besar Imbau Warga Cegah Karhutla Di wilayah Binaan.

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:48

Desa Pantai Harapan Gelar Doa Bersama Sambut Pembangunan Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru