SPBN Selayar Digadang Jadi Solusi BBM, Tak Semua Perwakilan Nelayan Dilibatkan

Rabu, 21 Januari 2026 - 88 views

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBER NEWS INDONESIA, Lingga – Harapan besar nelayan di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) terus mengemuka. Keberadaan SPBN dinilai sangat krusial untuk menunjang aktivitas melaut sekaligus menekan biaya operasional nelayan yang selama ini relatif tinggi akibat keterbatasan akses BBM.

SPBN yang direncanakan berlokasi di Desa Penuba Timur, Kecamatan Selayar, dan akan dikelola oleh PT Global Cipta Nusa, diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik nelayan pesisir, khususnya dalam menjamin ketersediaan BBM yang mudah dijangkau, terjangkau, dan berkelanjutan.

Namun di balik besarnya harapan tersebut, muncul sorotan dan pertanyaan dari masyarakat terkait mekanisme perencanaan serta etika pelibatan publik dalam proses pendirian dan operasional SPBN tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Selayar telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) sekaligus konsultasi publik terkait rencana operasional SPBN pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat serta memastikan kesiapan operasional SPBN sebelum direalisasikan.

Sebagian masyarakat yang hadir dalam forum tersebut menyambut baik rencana pendirian SPBN. Mereka menilai keberadaan SPBN merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperlancar distribusi BBM bersubsidi yang selama ini menjadi kendala utama di wilayah pesisir.

Namun demikian, penyerapan aspirasi dinilai belum sepenuhnya menyentuh seluruh elemen masyarakat, khususnya para nelayan sebagai pihak yang paling terdampak langsung. Hal ini diungkapkan oleh seorang nelayan di Kecamatan Selayar yang mengaku tidak mendapatkan undangan maupun informasi terkait pelaksanaan FGD tersebut.

“Kami ini nelayan, pihak yang langsung terdampak dengan keberadaan SPBN. Tapi kami tidak dilibatkan dalam forum itu. Apakah kami tidak perlu didengar dalam sebuah keputusan, atau kami hanya dijadikan pendengar saja,” ujarnya, seraya meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, pelibatan masyarakat secara menyeluruh sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta tidak menimbulkan polemik di kemudian hari. Terlebih, Kecamatan Selayar terdiri dari empat desa dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan nelayan yang berbeda-beda.

Selain aspek sosial dan partisipasi publik, masyarakat juga menyoroti pentingnya kajian dampak lingkungan terhadap pengoperasian SPBN. Aktivitas penyimpanan dan pengisian BBM dinilai berpotensi menimbulkan risiko pencemaran laut, tumpahan bahan bakar, serta gangguan terhadap ekosistem pesisir apabila tidak dikelola dengan standar lingkungan yang ketat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada nelayan budidaya ikan dan sektor perikanan lainnya.

Pengelolaan limbah, sistem pengamanan tangki BBM, hingga prosedur penanganan keadaan darurat dinilai perlu disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat. Selain itu, keberadaan SPBN di kawasan pesisir juga diharapkan telah melalui kajian lingkungan, baik berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), guna memastikan operasionalnya tidak merugikan nelayan maupun lingkungan laut.

Untuk menjaga keberimbangan informasi, wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait di Kecamatan Selayar mengenai sejauh mana keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk perwakilan nelayan dari empat desa serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Selayar, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mitigasi potensi konflik.

Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait.

Masyarakat berharap ke depan pemerintah kecamatan bersama pihak pengelola SPBN dapat membuka ruang dialog yang lebih luas, transparan, dan inklusif. Dengan demikian, rencana operasional SPBN tidak hanya menjadi solusi atas ketersediaan BBM bagi nelayan, tetapi juga memperoleh dukungan menyeluruh dari masyarakat serta tetap menjaga kelestarian lingkungan pesisir di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga.

Facebook Comments Box

Kontributor : AWALLUDIN

Editor : TIM

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I 2026 Kabupaten Lingga.
Babinsa Koramil 05/Daik Bantu Petani Panen Padi di Desa Panggak Darat
Babinsa Desa Limbung Gencarkan Komsos, Imbau Warga Tidak Membakar Sampah dan Lahan
Wakil Bupati Lingga Buka Pasar Sembako Murah TPID di Daik.
Babinsa Koramil 05/Daik Ingatkan Tekong Pompong Utamakan Keselamatan Penumpang
Peduli Warga, Babinsa Koramil 05/Daik Bantu Percepat Perbaikan Jaringan Listrik di Resun
Serma Agus Taufik Pimpin Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Jalan Kampung Teluk Lanjut
Babinsa Desa Teluk Imbau Nelayan Waspada Cuaca Ekstrem Saat Melaut

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:21

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I 2026 Kabupaten Lingga.

Rabu, 1 April 2026 - 13:08

Babinsa Koramil 05/Daik Bantu Petani Panen Padi di Desa Panggak Darat

Rabu, 1 April 2026 - 13:01

Babinsa Desa Limbung Gencarkan Komsos, Imbau Warga Tidak Membakar Sampah dan Lahan

Rabu, 1 April 2026 - 11:05

Wakil Bupati Lingga Buka Pasar Sembako Murah TPID di Daik.

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:16

Babinsa Koramil 05/Daik Ingatkan Tekong Pompong Utamakan Keselamatan Penumpang

Berita Terbaru

Uncategorized

Wakil Bupati Lingga Buka Pasar Sembako Murah TPID di Daik.

Rabu, 1 Apr 2026 - 11:05