CYBER NEWS INDONESIA, LINGGA, – Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Kabupaten Lingga kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. Kerupuk Udang bermerek DEPATI, milik Tasipudin, warga Desa Penuba, Kecamatan Selayar, berhasil menembus pasar negeri jiran Singapura dan Malaysia, selain merajai pasar lokal dan lintas provinsi.
Usaha rumahan yang beralamat di Jl. Air Bugis RT 002 RW 002, Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ini membuktikan bahwa produk desa mampu bersaing di pasar global.
Dikutip dari media Bedainnews.com. Tasipudin, pemilik usaha, mengungkapkan jika dalam satu bulan pihaknya mampu memproduksi hingga 300 kilogram kerupuk udang.
“Alhamdulillah, satu bulan maksimal kita bisa hasilkan 300 kilogram. Tanpa bahan pengawet,” ujar Tasipudin saat ditemui di tempat usahanya, Senin (19/10/2026) sekira pukul 11:30 WIB.
Keberadaan usaha ini juga turut menggerakkan ekonomi warga sekitar. Saat ini, ia mempekerjakan 10 orang karyawan dengan sistem upah harian yang dihitung berdasarkan hasil pekerjaan, mulai dari proses pemotongan, pengupasan (kopek), hingga perebusan.
“Upah karyawan kita hitung per hari, nilainya bervariasi tergantung hasil potong, kopek dan rebusnya,” jelasnya.
TANPA PENGAWET, SUDAH SNI DAN HALAL
Dijelaskan Tasipudin, keunggulan Kerupuk Udang DEPATI terletak pada kualitas dan keamanannya. Produknya dijamin tanpa bahan pengawet.
Adapun bahan baku yang digunakan sangat sederhana dan alami, yakni tepung tapioka, gula, udang segar, Sasa, garam, dan air. Proses perebusannya sendiri memakan waktu kurang lebih 2 jam hingga matang sempurna.
Untuk menjamin mutu dan kepercayaan konsumen, produk ini telah mengantongi jaminan Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikat halal, serta izin usaha lengkap.
Soal harga, Kerupuk Udang DEPATI dibanderol cukup terjangkau, yakni Rp 80.000 per kilogram.
PEMASARAN LINTAS PROVINSI HINGGA LUAR NEGERI
Tidak hanya dipasarkan di wilayah Kabupaten Lingga, jangkauan pemasaran Kerupuk DEPATI kini semakin meluas.
“Pemasaran kita sudah sampai Batam, Tanjung Pinang, Jambi, Kuala Tungkal, bahkan sudah masuk ke negara tetangga Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.
Tasipudin berharap, dengan dukungan pemerintah daerah, produk UMKM lokal seperti miliknya bisa terus berkembang dan mendapat akses pasar yang lebih luas lagi.
Kerupuk Udang DEPATI menjadi bukti nyata bahwa potensi desa di ujung Kepulauan Riau mampu melahirkan produk UMKM yang berkualitas dan berdaya saing hingga mancanegara.
Kontributor : Awalludin
Editor : TIM
Sumber Berita : Bedainnews.com
















