CYBER NEWS INDONESIA, LINGGA – Ketika akses menuju pelabuhan tak mampu dilalui pasien, pertanyaan sederhana pun muncul: ke mana wajah pemerintah saat rakyat membutuhkan akses yang layak?
Pemandangan memprihatinkan terjadi di Pelabuhan Apung Penuba, Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Selasa (1/9/2026). Seorang pasien harus digotong warga saat hendak melewati akses pelabuhan yang sulit dilalui ketika air laut surut.
Warga bersama Kapolsubsektor Polsek Daik Lingga, Satpol PP dan personel Basarnas Kabupaten Lingga turut membantu proses evakuasi pasien.
Peristiwa ini bukan sekadar persoalan pelabuhan yang kurang nyaman. Ini menyangkut keselamatan, akses kesehatan dan hak dasar masyarakat.
Kondisi tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap infrastruktur di wilayah pesisir dan kepulauan.
Jifrizal, warga sekaligus keluarga pasien, berharap Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad turun langsung melihat kondisi Pelabuhan Penuba.
“Kami berharap Pak Gubernur bisa melihat langsung kondisi pelabuhan ini. Jangan sampai ketika ada warga sakit, masih harus diangkat seperti ini,” ujarnya.
Bagi masyarakat Selayar, Pelabuhan Penuba bukan sekadar tempat naik-turun penumpang. Pelabuhan ini menjadi urat nadi mobilitas warga, mulai dari aktivitas sekolah, pekerjaan, kebutuhan sehari-hari hingga akses menuju fasilitas kesehatan.
Jika untuk membawa pasien saja warga harus bergotong royong mengangkatnya, maka persoalannya bukan lagi soal nyaman atau tidak nyaman. Ini pertanyaan serius tentang keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan masyarakat di wilayah kepulauan.
Warga kini menunggu bukan sekadar janji, tetapi solusi nyata dan tindakan pemerintah agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.
Kontributor : Awalludin
Editor : TIM
Sumber Berita : LIPUTAN
















